(Bagian 1)

Kalahnya 'Anak Kolong' Sebelum Munas Golkar

publicanews - berita politik & hukumAirlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, MUSYAWARAH Naional (Munas) ke-10 Partai Golkar ditutup lebih lekas pada Kamis (5/12) malam dari seharusnya Jumat. Wakil Presiden Ma'ruf Amin dalam sambutan penutupan memuji gelaran Munas yang swalnya diduga bakal panas ternyata berlangsung tenang. Munas kembali mengukuhkan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum secara aklamasi. Ma'ruf berharap Partai Golkar tetap kompak dan bersatu.

Harapan itu tak berlebihan, pasalnya perseturuan dua beringin, Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo (Bamsoet), tampak panas dua pekan sebelum Munas. Namun, mendadak menjadi antiklimaks hanya beberapa jam sebelum digelar pada Selasa (3/12). Keduanya didampingi dua tokoh senior partai, Luhut Binsar Panjaitan dan Abu Rizal Bakrie, mengumumkan pengunduran diri Bamseot dari kursi kandidat.

Mundurnya Wakil Koordinator Bidang Pratama Golkar, pesaing kuat Airlangga, sudah terdengar sejak Selasa siang. Satu dari 9 calon yang mengambil formulir pendaftaran bakal ketua umum Idra Bambang Utoyo mengatakan hal itu.

"Munas telah berakhir," teriaknya. Ia menyebutkan para calon akan mundur, termasuk Bamsoet yang juga Ketua MPR. Saat itu, Indra mempersoalkan keputusan panitia munas yang mensyaratkan dukungan tertulis minimal 30 persen dari 559 pemilik suara bila hendak mendaftar sebagai kandidat caketum.

Di balik pernyataan Wakil Ketua Umum FKPPI, sayap Partai Golkar, itu ternyata Bamsoet telah mengadakan pertemuan dengan Airlangga di kawasan Blok M. Hadir dalam kesepakatan kedua tokoh beringin itu, antara lain, Ketua Tim Pemenangan Bamsoet, Ahmadi Noor Supit, dan Nusron Wahid. Sedangkan Airlangga didampingi Agus Gumiwang.

Menurut Supit, Bamsoet bersedia mundur demi rekonsiliasi Partai Golkar. "Kita sepakati bersama dilakukan rekonsiliasi antara Tim Bamsoet dan Tim Airlangga," cerita Supit, Rabu (4/12). Namun, ia tak membeberkan isi kesepakatan rekonsiliasi antarkedua kubu.

Bamsoet dan Airlangga kemudian meluncur ke Kantor Menko Maritim dan Investasi. Tuan rumah Luhut Binsar Panjaitan telah menunggu. Ikut bergabung Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie.

Ical, sapaan pendiri grup Bakrie itu, mengatakan luluhnya Bamsoet untuk mundur setelah mendapat paparan dari Luhut tentang sulitnya perekonomian. Luhut sangat dikenal sebagai orang terdekat Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Seolah menjawab keberatan Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang menyayangkan urusan partai politik dibawa ke kantor kementerian, Ical mengatakan saat itu ia, Menko Perokonomian Airlangga, dan Ketua MPR Bamsoet diundang Luhut berbicara soal ekonomi.

"Saya kemarin merasa sangat terharu, karena diajak ketua umum ke tempatnya Pak Luhut membicarakan masalah ekonomi, kenapa di tempatnya Pak Luhut? Ya (ada) Menko Maritim, Menko ekonomi. Kita berbicara masalah dan kita berbicara masalah ekonomi yang berat," kata Ical memberikan alasan.

Hasil pembicaraan itu, Ical menjelaskan, perekonomian akan bertambah berat bila keadaan politik tidak tenang. Golkar sebagai salah satu parpol besar harus menciptakan kondisi yang damai.

"Melihat dan berpikir tentang hal itu, Pak Bambang Soesatyo langsung menyatakan 'kalau begitu saya tidak ikut lagi dalam pencalonan ketua umum Partai Golkar'," ujar Ical di sela-sela Munas Golkar di Hotel Ritz-Carlton, Kuningan, Jakarta. (Bersambung)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. de'fara @shahiaFM07 Desember 2019 | 20:06:30

    Jiwa besar bamsoet, akan lebih bearti drpd hrs bertarung, ini menunjukan kematangannya.

Back to Top