Jokowi Seleksi Calon Dewas KPK, Ini Kriterianya

publicanews - berita politik & hukumPresiden Joko Widodo. (Foto: Facebook/@jokowi)
PUBLICANEWS, Jakarta - Presiden Joko Widodo mulai melakukan seleksi calon anggota Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023. Presiden menghendaki anggota Dewas memiliki pengalaman baik di bidang hukum pidana hingga audit keuangan.

"Kami ingin memilih yang tentu saja memilikiĀ track recordĀ yang baik, integritas yang baik, memiliki pengalaman di bidang hukum, pidana, juga mungkin yang berkaitan dengan audit pemeriksaan untuk sebuah pengelolaan keuangan yang penting," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/12).

Tim internal, ia menambahkan, hingga saat ini masih menerima masukan-masukan dari sejumlah pihak.

"Masih dalam proses penyaringan oleh tim internal di Setneg (Sekretariat Negara). Jadi belum ada proses finalisasi. Masih, masukan-masukan yang sangat banyak," ujar Jokowi. "Kan masih tanggal 20 (Desember)-an kan," katanya.

Seperti diketahui Undang-undang KPK yang baru mulai berlaku 17 Oktober 2019 setelah disahkan DPR pada 17 September 2019. Undang -undang ini menggantikan UU KPK Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.

Dewas terdiri dari lima orang yang dipilih presiden melalui tim seleksi. Mereka diangkat dan ditetapkan oleh presiden melalui seleksi yang dilakukan panitia tanpa persejutuan DPR.

Tugas Dewas, antara lain mengawasi kerja KPK, menetapkan kode etik, evaluasi tugas pimpinan dan anggota KPK setahun sekali, hingga menyerahkan laporan evaluasi kepada presiden dan DPR. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top