Di Depan DPR, Kapolri Akui Belum Bisa Ungkap Penyerang Novel

publicanews - berita politik & hukumKapolri Jenderal Pol Idham Azis. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Rapat kerja Kapolri dan seluruh Kapolda dengan Komisi III DPR membahas, antara lain, kasus teror penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Kapolri Jenderal Idham Azis mengatakan, pengungkapan suatu kasus tergantung kecukupan alat bukti.

“Penyidikan satu kasus sangat bergantung kepada alat bukti yang didapatkan penyidik. Oleh sebab itu, karakteristik setiap kasus akan berbeda-beda,” ujar Idham di Kompleks DPR, Rabu (20/11).

Dalam kasus Novel, mantan Kabareskrim sekaligus Ketua Tim Teknis Kasus Novel Baswedan ini menjelaskan telah memeriksa 73 saksi, 78 titik CCTV, dan berkoordinasi dengan AFP guna menganalisis hasil pemerikaan CCTV tersebut.

Kemudian pemeriksaan daftar tamu hotel, kontrakan, dan kamar kos di sekitar lokasi penyiraman air keras. Juga pemeriksaan 1.14 toko kimia yang berada di radius 1 kilometer dari TKP.

Idham menambahkan, upaya membongkar kasus teror itu juga telah melibatkan eksternal KPK, Komnas HAM, Kompolnas, dan Ombudsman. Tim pakar dan tim pencari fakta sudah dibentuk untuk mendukung proses penyelidikan dan mendalami sketsa wajah pelaku.

Kepolisian, katanya, telah merekonstruksi wajah terduga pelaku dan mengamankan tiga orang saksi yang dicurigai, memeriksa alibi mereka dengan hasil tidak terbukti. Mempublikasikan wajah dan mencari terduga pelaku dengan membuka hotline 24 jam.

Idham Azis kemudian menyamakan kasus Novel dengan tewasnya mahasiswa UI Akseyna Ahad Dori, di Danau Kenanga Universitas Indonesia pada 2015.

"Meskipun sudah dilakukan pemeriksaan sebanyak 28 saksi dan menyita barang bukti namun lebih dari 3,5 tahun belum dapat mengungkap,” ia menjelaskan.

Namun, ada pula kasus yang menyita banyak perhatian berhasil dengan cepat dibongkar kepolisian. Ia mencontohkan kasus pembunuhan di Pulomas, Jakarta Utara.

“Ada kasus yang dapat diungkap dengan mudah seperti pembunuhan di Pulomas pada tanggal 26 Desember 2016 karena ada CCTV pelaku yang dikenali oleh penyidik,” kata Idham.

Idham menjanjikan kepolisian akan terus melakukan pencarian pelaku teror Novel Baswedan. Polri, katanya, akan memberikan akses seluas-luasnya kepada KPK untuk melakukan verifikasi akses penyelidikan yang dilakukan kepolisian. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top