Sukmawati Enggan Minta Maaf

publicanews - berita politik & hukumSukmawati Soekarnoputri. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah ikut mengomentari ucapan Sukmawati Soekarnoputri yang membandingkan Nabi Muhammad SAW dan Presiden pertama RI Soekarno.

Fahri membeberkan kesalahan Sukma yaitu tidak mengerti membedakan antara nabi sebagai utusan Tuhan dan tokoh negara pada umumnya. Wakil Ketua Umum Partai Gelora itu kemudian memelesetkan kesalahan Sukma.

"Soekarno adalah negarawan besar sementara Sukma dalam kebingungan besar. Mari kita perbanyak bacaan. Mari ambil pelajaran," ujar Fahri Hamzah lewat akun Twitternya @fahrihamzah, Selasa (19/11).

Sementara itu, Sukmawati enggan meminta maaf. "Saya merasa tidak salah, jadi ngapain musti minta maaf? Diteliti dulu dong apa kata-kata saya yang benar, yang bukan diubah ataupun diedit," kata Sukma saat dihubungi wartawan, Senin malam kemarin.

Ia pun menyerahkan kepada yang tersinggung dengan ucapannya bila hendak melaporkan ke polisi. Sukma beranggapan bukan ia yang membuat publik gaduh tetapi adanya 'tangan-tangan jahil'.

"Saya terserah polisi dan tim lawyer kalau harus sampai ke ranah hukum. Kata-kata saya nggak ada yang nggak benar," ujar putri keempat Proklamator Bung Karno itu.

Sukmawati telah dilaporkan ke kepolisian. Pelapor mempersoalkan Sukma yang dianggap membandingkan Nabi Muhammad SAW dan Soekarno. Sukma dianggap telah melanggar Pasal 156a tentang penodaan agama.

Pelaporan berdasarkan pernyataan Sukma dalam dalam forum FGD Humas Polri bertema 'Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkap Radikalisme dan Berantas Terorisme' pada Senin (11/11).

Saat itu Sukma bertanya kepada peserta diskusi siapa yang paling berperan dalam perjuangan kemerdekaan

"Sekarang saya mau tanya yang berjuang di abad 20 itu Nabi Yang Mulia Muhammad apa Insinyur Soekarno untuk kemerdekaan. Saya minta jawaban. Silakan. Siapa yang mau menjawab berdiri jawab pertanyaan Ibu ini," tanya Sukmawati.

Sukma juga membandingkan antara Alquran dan Pancasila. Pembandingan-pembandingan berbuntut kecaman dan pelaporan. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top