Wamenag Persilakan Masyarakat Melapor, Sebaliknya Sukmawati Bantah Nistakan Nabi

publicanews - berita politik & hukumWakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi di Kantor Wapres Jakarta, Senin (18/11). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid mempersilakan masyarakat melaporkan Sukmawati Soekarnoputri. Ia menyatakan sah-sah saja bila masyarakat mengadukan kasus membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden pertama Soekarno ke ranah pihak berwajib.

"Ya negara kita negara hukum. Silakan proses hukum dilaksanakan," ujar Zainut saat ditemui di kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Senin (18/11).

Wamenag meminta tokoh masyarakat dan bangsa agar menghindari hal-hal yang mengandung muatan muatan kontraproduktif, semisal soal agama.

Sementara itu, Sukmawati membantah telah menistakan agama. Ia mengatakan Nabi Muhammad merupakan manusia yang memiliki derajat paling tinggi sebagai pemimpin umat di dunia.

"Membandingkannya gimana sih? Maksud mereka (pelapor) apa sih? Saya enggak tahu sih ya isi laporannya," kata Sukma di Solo, Jawa Tengah, Senin pagi.

Menurutnya, tidak ada niat menistakan Islam. "Saya cinta kok para nabi, kok jadi dianggap menistakan agama?" katanya gusar.

Sukmawati dilaporkan ke Mapolda Metro Jaya oleh pengacara Ratih Puspa Nusanti didampingi Korlabi. Putri keempat Proklamator itu juga dilaporkan Forum Pemuda Islam Bima ke Bareskrim. Bahkan PBNU dan PP Muhammadiyah menilai apa yang disampaikan Sukma tersebut keliru besar dan menyinggung umat Islam.

Mereka memperkarakan kasus tersebut melanggar Pasal 156a tentang penodaan agama. Sukma dilaporkan atas pernyataannya dalam forum FGD Humas Polri pada Senin (11/11).

Dalam diskusi bertema 'Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkap Radikalisme dan Berantas Terorisme' Sukma dianggap memnandingkan Nabi Muhammad SAW dan Bung karno.

Ikut dibandingkan antara Alquran dan Pancasila. Pembandingan ini menuai kecaman banyak pihak. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top