NU dan Muhammadiyah Sebut Sukmawati Keliru Besar dan Bikin Tersinggung

publicanews - berita politik & hukumPidato viral Sukmawati Soekarnoputri pada 11 November 2019. (Foto: Youtube)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Sekjen A Helmy Faishal Zaini menanggapi pernyataan Sukmawati Soekarnoputri yang membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan ayahnya Soekarno.

"Pernyataan Sukmawati dalam forum tersebut sangat tidak tepat dan keliru besar," kata Helmy dalam keterangan tertulis, Senin (18/11).

Menurut Helmy, pernyataan Sukma tidak hanya tidak kontekstual tetapi juga tidak ada manfaat. Sebaliknya malah menimbulkan kesalahpahaman dan ketersinggungan di kalangan umat.

Helmy menambahkan, proklamator Soekarno merupakan pengagum Nabi Muhammad. "Nabi mengajarkan Islam sebagai agama pembebasan, dari belenggu kelaparan dan kemiskinan,” ujarnya.

Oleh karena itu, tidak tepat untuk disepadankan atau dibanidng-bandingkan antara nabi dengan manusia lainnya. "Nabi merupakan sosok sebaik-baiknya contoh. Muhammad SAW adalah manusia pilihan," ia menegaskan.

PBNU akan tabayun untuk mendapatkan secara utuh apa yang dimaksud putri keempat Presiden pertama RI tersebut. Ia berharap, Sukma berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan sehingga tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Samakan dengan Arswendo, Sukmawati Dianggap Nodai Islam

Keberatan membandingkan Muhammad SAW dengan Bung Karno juga disampaikan Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas. "Menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya itu perbuatan yang tidak terpuji. Apa yang dilakukan Sukmawati itu perbuatan tidak terpuji,” katanya.

Anwar juga menyoroti Sukma yang membandingkan Alquran dan Pancasila. “Pancasila tidak akan ada kalau tidak ada agama Islam,” ia menegaskan. Saripati Pancasila, ia menambahkan, diambul dari ajaran Islam, terutama pada sila pertamanya.

Sukma dalam diskusi pada 11 November 2019 lalu mempertanyakan siapa paling berperan dalam perjuangan kemerdekaan

"Sekarang saya mau tanya yang berjuang di abad 20 itu Nabi Yang Mulia Muhammad apa Insinyur Soekarno untuk kemerdekaan. Saya minta jawaban. Silakan. Siapa yang mau menjawab berdiri jawab pertanyaan Ibu ini," tanya Sukmawati.

Video diskusi bertema 'Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkap Radikalisme dan Berantas Terorisme' itu viral sekaligus mengundang kecaman. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top