Samakan dengan Arswendo, Sukmawati Dianggap Nodai Islam

publicanews - berita politik & hukumSukmawati Soekarnoputri. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Sukmawati Soekarnoputri dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh advokat Ratih Puspa Nusanti. Ikut mendampingi Dewi, Sekjen Koordinator Bela Islam (Korlabi) Novel Bamukmin.

Novel mengatakan, Sukmawati telah melakukan penodaan agama karena membandingkan Nabi Muhammad dan Presiden pertama RI Soekarno.

Juru Bicara PA 212 ini kemudian membandingkan dengan kasus yang menjerat mendiang Arswendo Atmowiloto. Pemred tabloid Monitor itu kemudian dihukum 5 tahun karena membuat survei soal Nabi Muhammad.

"Yurisprudensi kasus dugaan penista agama yang dilakukan Sukmawati ini adalah persis dengan kasus Arswendo Atmowiloto," kata Novel kepada wartawan, Minggu (16/11).

Saat itu hasil survei menempatkan Nabi Muhammad di urutan ke-11 dibanding tokoh-tokoh survei, pada 1990 silam. Novel menambahkan, Sukmawati juga mengulang perbuatan penodaan agama sebelumnya melalui puisi yang isinya membandingkan suara adzan.

"Tindakan kali ini yang bisa lebih memberatkan karena merupakan pengulangan, bukan karena kelalaian," ia menambahkan.

Menurut Novel, dalam pandangan hukum positif yang berlaku, putri proklamator itu telah melanggar pasal 156a KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun. Ia menyebut pasal itu merupakan delik umum.

Korlabi, katanya, mendesak agar MUI segera mengeluarkan fatwa. Selain itu, MUI seharusnya segera bersikap seperti yang pernah terjadi pada kasus yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Novel menyebut sikap MUI lebih tinggi karena fatwa dikeluarkan oleh satu komisi saja yaitu komisi fatwa. Sedangkan sikap keagamaan itu adalah sikap dari seluruh komisi.

Sukmawati juga dilaporkan Imron Abidin yang mengatasnamakan Forum Pemuda Islam Bima ke Bareskrim, Sabtu malam kemarin.

"Beliau menyampaikan beberapa poin yang menurut kami perbuatan penistaan terhadap agama Islam," ujar kuasa hukum pelapor Dedi Junaedi.

Sementara itu, politikus PDIP Hendrawan Supratikno mengatakan pelaporan Sukmawati Soekarnoputri ke Polda Metro Jaya oleh anggota Koordinator Bela Islam (Korlabi) tidak perlu diperpanjang.

"Tidak perlu diperpanjang karena memang niatannya bukan untuk meremehkan atau menistakan," ujar Hendrawan, Minggu siang.

Kasus yang disangkakan kepada Sukmawati berawal dari diskusi pada 11 November 2019 lalu. Sukma mempertanyakan siapa paling berperan dalam perjuangan kemerdekaan

"Sekarang saya mau tanya yang berjuang di abad 20 itu Nabi Yang Mulia Muhammad apa Insinyur Soekarno untuk kemerdekaan. Saya minta jawaban. Silakan. Siapa yang mau menjawab berdiri jawab pertanyaan Ibu ini," tanya Sukmawati.

Video ddiskusi bertajuk bertema 'Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkap Radikalisme dan Berantas Terorisme' itu viral sekaligus mengundang kecaman. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top