Bandingkan Soekarno dan Nabi Muhammad, PKS Sindir Sukmawati

publicanews - berita politik & hukumSukmawati Soekarnoputri. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nuw Wahid (HNW) menanggapi pernyataan Sukmawati Soekarnoputri soal yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Wakil Ketua MPR itu mengatakan, beruntung Proklamator RI Soekarno bukan Sukmawati Soekarnoputri. Pernyataan itu ia sampaikan lewat akun Twitter pribadinya @hnurwahid.

Ia menanggapi dua artikel bertajuk Sukmawati Sebut Soekarno Lebih Berjasa dari Nabi Muhammad SAW? dan Bung Karno: Muhammad Pemimpin Terbesar.

"Untungnya Bapak Bangsa & Proklamator Indonesia bukan Sukmawati, tapi adalah Bung Karno. Tokoh yang sangat akui Nabi Muhammad SAW, dan nyatakan kita sebagai Umat Islam, harus katakan Muhammad adalah Pemimpin Besar & Terbesar, tak ada Pemimpin yang lebih besar dari Muhammad SAW”.#JasMerah,"
cuit HNW, seperti terlihat Jumat (15/11).

Awal pekan ini, Sukkmawati menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk ‘Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme’.

Sukma sempat menceritakan peristiwa penyerangan ayahnya Soekarno saat di Perguruan Cikini (Percik) pada 30 November 1957. Menurutnya, hingga kini kelompok radikal masih ada, yaitu kelompok yang suka mengkafirkan orang lain dan berpikir sempit.

"Kelompok sempit pikiran yang suka royal dengan kata-kata kafar kafir kafar kafir. Jadi zaman Bung Karno kelompok sempit pikiran itu sudah ada sampai saya nenek-nenek masih ada," kata anak keempat Presiden pertama RI Soekarno yang kini berusia 68 tahun itu.

Sukma kemudian mempertanyakan siapa yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. "Sekarang saya mau tanya, yang berjuang di abad 20 itu nabi yang mulia Muhammad atau Insinyur Soekarno, untuk kemerdekaan Indonesia?" tanya Sukma yang pernah dilaporkan karena puisi berjudl 'Ibu Indonesia'.

Ia kemudian menolak penilaian orang yang tidak boleh menghormati sosok selain Nabi Muhammad. "Apakah yang selalu menjadi suri tauladan itu hanya nabi-nabi?” ujarnya, seolah menggugat.

“Ya oke nabi-nabi, tapi perjalanan sejarah seperti revolusi industri, apakah kita tidak boleh menghargai seperti Thomas Jefferson, Thomas Alfa Edison, orang-orang mulia untuk kesejahteraan manusia?” katanya, retoris. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Iqra @ayobaca15 November 2019 | 13:13:42

    Iya mbok...nanti dibuatkan shalawat untuk Thomas Jefferson, Thomas Alfa Edison, dan siapa lagi?
    Ini orang yang ga pernah ikut pengajian, dengar ceramah secara lengkap, mgkin sholat. Biasanya dlm setiap doa selain ada sholawat utk nabi dan para sahabat, disitu ada doa utk para ulama dan pemimpin bangsa. Itu artinya mereka dihargai mbok...

Back to Top