Konflik Internal Partai

Buka Rapimnas Golkar, Airlangga Sindir Kesepakatan dengan Bamsoet

publicanews - berita politik & hukumKetua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan pengurus foto bersama sebelum memimpin rapat pleno DPP Partai Golkar di Jakarta, Rabu (13/11). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Sambutan dalam pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar dimanfaatkan Ketua Umum Airlangga Hartarto untuk menyindir koleganya Bambang Soesatyo (Bamsoet). Sindirian itu terkait rencana Bamsoet yang kabarnya akan tetap mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Partai Golkar periode 2019-2024.

Sindirian pertama menyoal kesepakatan yang diduga dilakukan Menko Perekonomian itu dengan Bamsoet saat dicalonkan sebagai Ketua MPR.

"Ketua MPR, Bamsoet, yang saya sama Pak Bamsoet ada kesepakatan, yang tahu saya sama Pak Bamsoet dan Allah SWT," kata Airlangga di Hotel Ritz-Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (14/11).

Namun, Airlangga tidak menyebutkan secara jelas kesepakatan diantara mereka berdua. Namun, banyak yang menduga soal berbagi peran, Airlangga tetap sebagai Ketua Umum dan Bamsoet menjadi Ketua MPR.

Airlangga kemudian menyinggung Munas pada 4-6 Desember yang akan memilih Ketua Umum Partai Golkar. Ia mengutip pesan Presiden Joko Widodo agar tidak ada sikut-sikutan.

Sindiran terakhir kepada Bamsoet menyinggung kunjungan Bamsoet ke partai politik lain. "Ketua MPR sedang roadshow untuk mempromosikan Pancasila dan salah satunya musyawarah mufakat. Betul ya Pak Ketua MPR?" sindir Airlangga.

Di akhir pidato, Airlangga menyampaikan dua pantun. Pertama, ia mengimbau agar tidak ragu dalam memilih nahkoda, tidak perlu lirik kanan dan kiri.

"Sudah gaharu cendana pula. Sudah tahu bertanya pula. Jangan disikut atau disikat kawan sendiri. Mari bersatu besarkan partai," ujar Airlangga dalam pantun keduanya.

Bamsoet dalam beberapa kesempatan terakhir menepis ada kesepakatan dengan Airlangga soal pencalonan Ketua Umum Partai Golkar. Ia mengatakan pernah mendeklarasikan diri sebagai calon ketua umum dan hal itu masih berlaku meski belum menegaskan sikapnya menghadapi Munas mendatang. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top