PA 212 Tolak Ahok Jadi Bos di BUMN, Musibah Nasional

publicanews - berita politik & hukumJuru Bicara PA 212 Novel Bamukmin. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Persaudaraan Alumni (PA) 212 menolak rencana pengangkatan eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai salah satu pejabat di badan usaha milik negara (BUMN).

Hal itu disampaikan Juru Bicara PA 212 Novel Bamukmin. Ia mengatakan penunjukkan Ahok merupakan musibah nasional. Pasalnya Ahok telah dinyatakan bersalah dan dipenjara akibat kasus penodaan agama.

"Buat saya Ahok itu musibah buat bangsa ini dan yang enggak habis pikir kok residivis dijadikan pejabat BUMN," ujar Novel saat dikonfirmasi, Kamis (14/11).

Menurutnya, masih banyak putra dan putri bangsa yang bersih dari kasus hukum dan memiliki pengalaman lebih jika dibandingkan Ahok.

"Ini pasti ada pesanan atau tekanan bahwa Ahok harus masuk sebagai pejabat negara," kata Novel.

Bila benar Ahok menjabat di Pertamina, ia menambahkan, berarti ada unsur politik dari negara luar atas penunjukkan di perusahaan vital itu. "Bisa-bisa dibuat gaduh yang akan mengancam kestabilan nasional," ujarnya.

Ia tidak akan rela bila Ahok sampai menjabat di salah satu BUMN manapun atau di instansi apapun.

Diketahui Ahok telah mendatangi Kementerian BUMN untuk membahas mengenai jabatan di salah satu perusahaan pelat merah itu. Namun, Presiden Joko Widodo mengatakan Ahok masih dalam taraf proses seleksi sebagai calon bos di salah satu BUMN.

PA 212 merupakan perpanjangan dari gerakan massa yang menuntut pemenjaraan Ahok saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Ahok dianggap melakukan tindak pidana penodaan agama dalam sambutannya saat di Pualau Seribu pada 16 September 2016. Akhirnya, Ahok dipidana 2 tahun penajara oleh PN Jakarta Pusat. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top