Ini Alasan Jokowi Tunjuk Ahok Pimpin BUMN

publicanews - berita politik & hukumBasuki Tjahaja Purnama atau Ahok. (Foto: Instagram/@basukibtp)
PUBLICANEWS, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membenarkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan menjabat pimpinan salah satu BUMN. Saat ini, kata Jokowi, masih tahap proses seleksi di Kementerian BUMN.

Mengenai posisi yang bakal dijabat Ahok, Jokowi masih enggan menjabarkan. Ia menyebut Ahok bisa duduk sebagai direksi ataupun komisaris.

"Bisa dua-duanya. Ini pakai proses seleksi. Masih dalam proses," ujar Jokowi Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (14/11).

Mengenai alasan memilih Ahok, Jokowi menyebut eks wakilnya saat menjabat Gubernur DKI Jakarta itu memiliki kinerja yang cukup mumpuni.

"Kita tahu kinerjanya. Nanti penempatannya di mana, itu proses seleksi yang ada di Kementerian BUMN," katanya.

Jokowi meminta media menanyakan kepada Menteri BUMN Erick Thohir soal posisi Ahok. "Tanyakan ke Menteri BUMN. Itu sangat teknis, tanyakan ke Menteri BUMN," Jokowi menambahkan.

Kabar yang beredar Ahok bakal mengisi posisi Komisaris Utama Pertamina. Ia akan menggantikan Tanri Abeng.

Sementara itu anggota Komisi VI DPR Deddy Yevry Hanteru Sitorus menilai Ahok cocok menjabat Dirut PLN.

"Ahok dikenal sebagai orang yang tegas, bersih, dan punya kapasitas. Lebih pas duduk sebagai direksi PLN daripada komisaris di Pertamina," kata politikus PDIP itu kepada wartawan, Kamis siang.

Ia meyakini koleganya di PDIP itu akan mampu mewujudkan program Jokowi tentang elektrifikasi 100 persen di seluruh pelosok Tanah Air.

Informasi yang lain mengatakan eks Gubernur DKI Jakarta itu akan menjabat Direktur Utama Inalum. Posisi itu kosong setelah ditinggalkan Budi Gunadi Sadikin yang ditunjuk menjadi Wakil Menteri BUMN.

Ahok sendiri sudah bertemu Erick Thohir kemarin pagi. Ahok mengaku siap bekerja di BUMN, namun ia tidak bersedia merinci jabatan yang akan diembannya.

"Saya mau dilibatkan di salah satu BUMN. Itu saja. Jabatannya apa dan BUMN mana, saya tidak tahu, silakan tanya ke Pak Menteri,” kata suami eks Polwan Puput Nastiti Devi itu.

Ahok menambahkan, ia mulai menjabat di BUMN pada November atau Desember 2019. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top