Jokowi Ancam Gigit Pengganggu Agenda Pemerintah Lima Tahun

publicanews - berita politik & hukumPresiden Joko Widodo. (Foto: Facebook/@Jokowi)
PUBLICANEWS, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengulang ancaman akan 'menggigit' pihak yang mengganggu agenda pemerintah lima tahun ke depan. Ia mengatakan cukup membisiki aparat hukum maka akan ada yang bertindak.

"Kalau masih ada yang main-main, yang gigit saya sendiri. Lewat cara saya. Bisa lewat KPK, bisa lewat Polri, bisa lewat Kejaksaan, akan saya bisikin saja, di sana ada yang main-main," kata Jokowi.

Presiden menyampaikan hal itu dalam sambutan pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forkopimda 2019, di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11).

"Saya sudah wanti-wanti betul, di area ini kalau masih ada yang main-main, saya gigit sendiri, akan saya gigit sendiri," ujarnya berulang-ulang.

Ada agenda besar yang hendak ia capai dalam lima tahun ke depan, yaitu penciptaan lapangan kerja dan memperbaiki kinerja ekspor dan impor.

Presiden juga mengingatkan penegak hukum harus mendukung agenda besar pemerintah itu. "Karena tugas saudara-saudara adalah menggigit siapapun yang memiliki niat buruk untuk mengganggu agenda-agenda besar strategis bangsa kita," Jokowi menegaskan.

Ancaman akan menggigit pernah juga disampaikan Jokowi saat menghadiri Kongres Partai Nasdem, Senin (11/11). "Jangan ada yang coba-coba menghalangi saya dalam menyelesaikan masalah yang tadi saya sampaikan. Pasti saya akan gigit, dengan cara saya," ujar Jokowim

Saat itu Jokowi mengingatkan jajarannya agar tidak memperbesar impor komoditas tertentu. Ia mengingatkan, sudah berpuluh tahun RI menghadapi defisit neraca transaksi berjalan serta defisit neraca perdagangan, yang tak bisa ditangani secara baik. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. shes one the @siswandi14 November 2019 | 10:25:37

    Hayo....

    Siapa yang mau digigit ?

    Ini tanda peringatan halus, tapi sangat keras lho.

    Hati2x ya para oknum yg dimaksud. Resiko tanggung sendiri.

Back to Top