Takut Salah, Menag Ogah Komentari Larangan Salam Lintas Agama

publicanews - berita politik & hukumMenteri Agama Fachrul Razi. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Menteri Agama Fachrul Razi enggan mengomentari soal imbauan pejabat dan siapa pun agar tidak menyampaikan salam lintas agama.

"Saya kemarin sudah bilang kan, sebelum saya mendengar, saya enggak mau komen. Nanti kalau saya sudah dengar langsung baru saya komen," kata Fachrul Razi di JCC Jakarta, Selasa (12/11).

Hal yang sama disampaikan mantan Wakil Panglima TNI itu di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin kemarin. Dengan dalih belum mendengar langsung larangan pengucapan salam itu, Fachrul enggan berkomentar karena tidak mau dipersalahkan.

Ketika didesak apakah ia akan tetap menyampaikan salam lintas agama saat berpidato atau membuka acara. "Kalau hanya katanya-katanya, enggak mau bapak, nanti salah," ujarnya.

Terpisah, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi meminta semua pihak menghentikan perdebatan masalah ucapan salam. "Kami menghargai adanya berbagai pandangan dan pendapat baik yang melarang maupun yang membolehkan, semua itu masih dalam koridor dan batas perbedaan yang dapat ditoleransi," ujar Zainut.

Sementara itu Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan akan tetap menggunakan salam agama lain. Ia menyebut warga Surabaya terdiri dari beragam latar belakang agama.

"Enggak apa-apa, menghormati orang lain kok. Aku kepala daerah, wargaku kan reno-reno (macam-macam)," kata Risma.

Imbauan tidak menggunakan salam lintas agama disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur Abdusshomad Buchori. Ia menilai pengucapan salam dari agama lain berhubungan dengan akidah sehingga tidak boleh dicampuradukkan. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top