Puan Maharani Sebut Penambahan 6 Wamen Tidak Efesien

publicanews - berita politik & hukumKetua DPR Puan Maharani. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Ketua DPR Puan Maharani menilai rencana penambahan 6 wakil menteri (wamen) lagi tidak efisien. Ia memandang 12 wamen yang sudah ada cukup untuk membantu kepala negara.

"Jadi, kalau kita bicara efisiensi ya tentu saja itu tidak sesuai," kata Puan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (11/11).

Namun, menurut Ketua DPP PDIP itu, penambahan wamen merupakan hak prerogratif presiden. Ia belum pernah mendengar langsung dari Presiden Jokowi mengenai rencana tersebut. "Saya baru mendengarnya dari media saja," ujarnya.

Bila diminta pertimbangan Jokowi, ia menambahkan, ia akan menyampaikan agar komposisi pejabat di kementerian jangan terlalu gemuk.

Sementara itu, Jokowi mengatakan belum ada rencana penambahan menteri. "Belum," ujarnya, kemarin, di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.

Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman mengatakan, soal wamen baru ada Perpresnya untuk Wamendikbud dan Wakil Panglima TNI. Perpres yang dimaksud adalah Perpres Nomor 66 Tahun 2019 tentang jabatan Wakil Panglima TNI dan Perpres Nomor 72 Tahun 2019 tentang Wakil Menteri Pendidikan dak Kebudayaan.

"Jadi di luar itu seperti Pak Jokowi tadi katakan, belum dibicarakan. Jadi yang sudah terbit akan kami proses secepatnya dua, ada Kemendikbud dan Wakil Panglima TNI," Fadjroel menjelaskan.

Wacana penambahan wamen pernah disampaikan Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko pekan lalu. "Ada enam lagi rencana sih. Rencana. Tapi saya belum saya pastikan," kata Moeldoko pada Rapimnas HKTI, di Dicovery Ancol Hotel, di Jalan Lodan Timur, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu lalu.

Namun, mantan Panglima TNI belum bisa merinci enam kementerian yang akan memiliki wakil menteri tersebut. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top