Sebut Airlangga Top, Jokowi Bantah Sinyal Dukungan Ketum Golkar

publicanews - berita politik & hukumPresiden Joko Widodo dan Airlangga Hartarto. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan tidak akan campur tangan soal pemilihan calon Ketua Umum Partai Golkar. Ia mengatakan pemilihan ketua umum sebagai persoalan internal.

Jokowi juga menepis pernyataan 'top' kepada Airlangga Hartarto sebagai bentuk dukungan kepada Menko Perekonomian itu untuk kembali memimpin Golkar dalam Munas 4-6 Desember mendatang.

"Masa tidak boleh nyebut nama, Pak Airlangga memang ketua, saya sebut top, kan boleh," ujar Jokowi usai memimpin upacara ziarah nasional dalam rangka Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta, Minggu (10/11).

Pujian 'top' disampaikan Jokowi saat memberikan sambutan acara HUT ke-55 Partai Golkar di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (6/11). Menurut Jokowi, Airlangga dianggap top karena selain Ketum Golkar juga menduduki posisi Menko Perekonomian.

"Ya memang top, beliau kan menko. Menko Perekonomian lho, jabatan yang sangat strategis karena apa pun sekarang guncangan ekonomi dunia, bukan barang mudah diatasi, beliau mampu membawa," ujar Jokowi yang disebut tepuk tangan peserta acara.

Mengenai pemilihan Ketua Umum Partai Golkar, Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman menegeskan Presiden pasti bersikap netral.

"Presiden netral, tadi mengatakan bahwa itu adalah urusan internal dari Partai Golkar. Waktu itu, beliau hanya menyebutkan bahwa Golkar adalah salah satu tulang punggung di dalam koalisi pemerintahan," ujar Fadjroel.

Hal senada disampaikan pendukung bakal calon Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo, Nusron Wahid. Ia menyebut Jokowi tidak ada restu-merestui kepada satu atau dua orang kandidat.

"Sebab, beliau Presiden yang sangat demokratis dan menghargai proses demokrasi. Pasti beliau menghargai hak dan pilihan DPD I dan DPD II Golkar," kata Nusron, kemarin.

Sebaliknya, mantan Ketua Umum Partia Golkar Akbar Tanjung mengatakan peryataan Jokowi sebagai sinyal dukungan Istana kepada Menko Perekonomian Airlangga untuk kembali menahkodai Partai Golkar 5 tahun mendatang. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top