Tunjukkan Surat Cekal Saudi, Rizieq: Bukan Saya Takut Pulang

publicanews - berita politik & hukumRizieq Syihab. (Foto: YouTube Front TV)
PUBLICANEWS, Saudi - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab kembali mengungkapkan alasan tidak bisa pulang ke Indonesia. Ia mengatakan telah dicekal Pemerintah Arab Saudi atas perintah Pemerintah Indonesia.

Sambil menunjukkan dua lembar surat pencekalan ia dengan lantang mengatakan pencekalannya itu tak berkaitan dengan kasus pidana apapun.

"Jadi, sekali lagi, saya dicekal di sini bukan karena saya lakukan pelanggaran keimigrasian, bukan saya melakukan pelanggaran pidana atau perdata, bukan karena saya melakukan sesuatu kejahatan di Saudi ini, tidak. Karena alasan keamanan," ujar Rizieq seperti terlihat dalam dcuplikan video YouTube Front TV, Minggu (10/11).

Menurutnya, pemerintah Arab Saudi bakal mencabut pencekalannya jika sudah ada perjanjian resmi pemerintah Indonesia untuk tidak mengganggunya.

"Sekali lagi, pemerintah Saudi setiap saat siap untuk mencabut pencekalan saya kalau ada jaminan resmi pemerintah Indonesia, kalau saya ini tidak diganggu, kalau saya ini tidak diusik daripada keamanan dan keselamatan saya beserta keluarga," ia menegaskan.

Rizieq telah memberikan pengertian akan aman dan tidak ada masalah bila kembali ke Indonesia. "Mereka (pemerintahan Saudi) belum tenang menerima alasan tersebut, sehingga mereka belum mau mencabut cekal saya," ia menambahkan.

Rizieq berharap dengan menunjukkan surat cekalnya itu, perdebatan mengenai statusnya di Tanah Suci diakhiri.

"Stop perdebatan, jangan lagi ada pihak-pihak yang mengaku sebagai juru bicara pemerintah mengatakan saya tidak dicekal, saya takut untuk pulang. Tidak. Bukan saya yang takut untuk pulang, tapi ada pihak yang takut saya pulang, mereka takut kalau saya pulang mereka tidak bisa curang dalam pemilu, mereka enggak bisa melakukan aneka ragam dalam pemilu, mereka takut saya ini jadi ancaman untuk kemenangan mereka," ia menegaskan.

Rizieq menyebut kedua surat tersebut merupakan bukti otentik jika pemerintah Saudi mencekal atas permintaan pemerintah Indonesia.

"Jadi kita bicara fair saja, jangan kemudian diputar balik kalau saya yang takut pulang. Saya siap pulang kapan saja, tapi tunggulah sampai cekal ini dicabut. Insya Allah, Allah akan memberikan pertolongan, cekal ini dicabut di waktu yang tepat, saya bisa pulang," ujarnya berapi-api.

Rizieq meninggalkan Tanah Air secara diam-diam pada 25 April 2017. Ada 15 kasus terkait Rizieq yang dilaporkan ke polisi. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Anak Gaul @gakasikah11 November 2019 | 00:18:42

    kalo pulang trus ditangkep gimane? malah repot. udah yg betah aja di sana.

Back to Top