Novel Baswedan Tak Gentar Hadapi Serangan

publicanews - berita politik & hukumNovel Baswedan menjadi pembicara dalam diskusi di Kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Jakarta Selatan, Sabtu (9/11). (Foto: Publicanews/bimo)
PUBLICANEWS, Jakarta - Novel Baswedan yang menjadi korban penyiraman air keras pada 2017 silam mengaku tak gentar menghadapi berbagai serangan. Ia pernah nyawanya hampir melayang diterjang peluru tajam.

Saat itu ia masih menjadi anggota Polri dan turut ditugaskan meredam Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada tahun 2000-an.

"Saya benar-benar dihujani peluru, untungnya hanya menyerempet rambut," kata Novel dalam diskusi di Kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Jakarta Selatan, Sabtu (9/11).

Ia masih ingat pesan dari seniornya bahwa peluru memiliki tujuannya masing-masing. Penyidik senior KPK itu merasa beruntung bahwa peluru tidak mengenai kepalanya.

Pengalaman dekat dengan maut itu membuat Novel memiliki tekad keras dalam menjalani hidupnya. "Hidup saya sekarang ini tambahan. Hidup tambahan ini mau saya gunakan untuk memberantas korupsi," ujarnya.

Ia menyebut risiko-risiko yang terjadi di setiap pekerjaan merupakan asumsi seseorang. Menurutnya, semakin besar rasa takut, maka tidak pernah mau berusaha berbuat apa-apa.

Ia mengaku pernah berada di titik terendah selama aktif dalam penegakan hukum. Ia pernah menyerah hampir menyerah pada kondisi tersulit. "Saya berpikir berhenti tapi bukan untuk menyerah, tapi karena tidak efektif," kata cucu pahlawan nasional AR Baswedan itu.

Novel kemudian memutuskan mengakhiri karirnya di kepolisian untuk menjadi penyidik KPK. Keputusan tersebut menjadi pilihan berat karena ditolak oleh orang-orang terdekatnya.

"Saya ambil jalan sebagai penyidik KPK itu saya dipertanyakan teman-teman. Kamu gila?" ujar Novel menceritakan pengalamannya. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top