Novel: Dewi Tanjung Telah Menghina Penegak Hukum

publicanews - berita politik & hukumNovel Baswedan usai diskusi di Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Sabtu (9/11). (Foto: Publicanews/bimo)
PUBLICANEWS, Jakarta - Novel Baswedan mengatakan, tuduhan Dewi Tanjung bahwa ia merekayasa kasus penyerangannya sebagai sudah berlebihan. Pernyataan Dewi, ia menambahkan, merupakan tindakan yang tidak benar.

"Saya khawatir laporan beliau dalam rangka mengerjai polisi. Kalau itu yang dilakukan, polisi tahu bahwa delik bisa menjerat itu," ujar Novel kepada wartawan usai menjadi pembicara sebuah diskusi di Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Sabtu (9/11).

Menurutnya, langkah hukum yang ditempuh Dewi bisa menjadi bumerang dan preseden buruk yang dapat ditiru pihak-pihak tak bertanggung jawab. "Saya prihatin dengan perilaku-perilaku buruk yang seperti itu," katanya.

Penyidik senior KPK itu menyadari masyarakat selama ini telah mendukung penegakan hukum dalam menuntaskan kasus penyiraman air keras. Oleh karena itu ia tidak ingin memberi respon lebih atas laporan Dewi ke Polda Metro Jaya.

"Karena menurut saya (tuduhan rekayasa) itu lucu dan aneh," ujar eks perwira menengah kepolisian itu.

Menurutnya, pernyataan wanita yang disebut-sebut sebagai kader PDIP itu tidak hanya merugikanya melsinkan juga telah menghina berbagai pihak, termasuk intansi penegak hukum.

"Apakah dia hina 5 rumah sakit besar, 3 di Indonesia dan 2 di Singapura? Apakah dia hina polisi yang menginvestigasi? Komnas HAM yang melakukan pemeriksaan? Atau dia hina para tokoh besar yang menjenguk saya," ia menambahkan.

Sebelumnya, Dewi mengunggah video yang menuding Novel merekayasa kasusnya. Video yang juga diunggah ke Youtube itu ditonton lebih dari 57 ribu orang. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top