Jokowi Tengah Godok Personel Dewas KPK, Peluang Ahok Tertutup

publicanews - berita politik & hukumJoko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi pertanyaan pers soal peluang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan eks Ketua KPK Antasari Azhar sebagai calon anggota Dewan Pengawas (Dewas) KPK.

"Masih dalam penggodokan," kata Jokowi di JIexpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (6/11).

Ia memastikan Dewas akan diisi tokoh yang yang memiliki integritas. "Harapan yang ada di sana (Dewas KPK) memiliki integritas," Jokowi menambahkan.

Menurutnya, pelantikan Dewas bebarengan dengan pelantikan pimpinan KPK pada Desember mendatang. "Nanti, masih bulan Desember, masih digodok di tim internal. Nanti kalau sudah kita sampaikan," ia menambahkan.

Sementara itu, Ahok mengatakan sebagai kader PDIP ia tidak mungkin menjadi Dewas. “Aku kader partai (PDIP). Pengawas bebas dari parpol. (Jadi) Pengawas mana bisa,” kata Ahok, Rabu siang.

Ahok pun tampaknya tidak berminat terjun ke politik. "Aku enggak ikutan lagi. Bangun bisnis saja, jagung sama ayam,” ujar suami dari eks Polwan Puput Nastiti Dewi itu.

Sudah Cacat, Tapi Djarot Saiful Yakin Karir Politik Ahok Belum Tamat

Berdasar Pasal 37D UU Nomor 19 Tahun 2019, anggota Dewas tidak boleh dipidana penjara terhadap pidana kejahatan yang diancam pidana paling singkat lima tahun.

Dalam kasus penodaan agama, Ahok diancam pidana 5 tahun meskipun vonis yang dijatuhkan selama dua tahun penjara.

Selain itu, masih di pasal yang sama, disebutkan salah satu syarat Dewas KPK adalah tidak memiliki anggota dan/atau pengurus partai politik. Ahok telah begabung di PDIP.

Pembentukan Dewas KPK tercantum dalam UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK atau UU KPK hasil revisi. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top