Suciwati Adukan Setneg Soal Hilangnya Hasil TPF Kasus Munir

publicanews - berita politik & hukumSuciwati dalam aksi menuntut penyelesaian kasus pembunuhan suaminya Munir. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Suciwati, istri pejuang HAM almarhum Munir Said Thalib, mengadukan Pemerintah, khususnya Kementerian Sekretariat Negara, atas kasus hilangnya dokumen Laporan Tim Pencari Fakta (TPF) Kasus Munir.

Dugaan maladministrasi itu diadukan Suci ke Ombudsman RI. Ia mendatangi Ombudsman dengan didampingi perwakilan dari YLBHI, Amnesty Internasional, dan KontraS

Suciwati meminta agar pemerintah dapat mengumumkan hasil TPF kasus kematian Munir sebagaimana tercantum dalam Keppres Nomor 111 Tahun 2004.

"Kasus Munir ini sebenarnya mudah, tapi kemudian dibuat berbelit-belit oleh pemerintah yang tak mau mengungkapnya, menuntaskannya," ujar Suciwati di Gedung Ombudsman, Jakarta, Selasa (5/11).

Menurutnya, atas laporan TPF tersebut bisa segera diakukan penyelidikan, atau membuat tim khusus untuk menindaklanjuti rekomendasi TPF.

"Ini contoh buruk bagi kita sebagai bangsa karena sebuah kasus yang dijadikan fokus oleh banyak negara, banyak masyarakat di Indonesia, itu jadi terlunta-lunta," ia menegaskan.

Ketua Ombudsman Amzulian Rifai berjanji akan menindaklanjuti aduan tersebut. Amzulian menilai pengungkapan kematian Munir sangat penting, apalagi ketokohan Munir sehingga dibentuk TPF dengan berbagai temuannya.

"Tapi sekarang bagaimana mungkin dokumen laporan itu kok bisa hilang," kata Amzulian mempertanyakan.

Pada 2005 dokumen hasil TPF telah diserahkan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tetapi kemudian dokumen asli raib. Munir Said Thalib meninggal karena diracun dalam perjalanan ke Belanda pada 7 Septemher 2004. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top