PKS Nyatakan Diri Partai Oposisi yang Rendah Hati

publicanews - berita politik & hukumPresiden PKS Sohibul Iman. (Foto: PKS.id)
PUBLICANEWS, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengumumkan posisinya sebagai partai di luar pemerintah. Sikap politik ini disampaikan Presiden PKS Sohibul Iman melalui website resmi PKS, yang ia sebut sebagai Maklumat Presiden PKS.

"Seluruh fungsionaris DPP, Fraksi DPR RI, Fraksi MPR RI, dan seluruh kader diminta agar fokus mensosialisasikan sikap politik PKS yaitu tetap berada di luar pemerintahan," begitu bunyi maklumat Presiden PKS, Selasa (22/10).

Sikap politik PKS yang di luar pemerintahan, kata Sohibul, agar disampaikan secara tegas dan jelas namun tidak dengan konotasi arogan. "Apalagi seolah menantang untuk beroposisi sendirian. Sampaikanlah dengan objektif, argumentatif, namun tetap rendah hati," ujar Sohibul.

Menurut Sohibul, pilihan politik ini sebagai bentuk tanggungjawab marwah demokrasi yang sudah menjadi pilihan jalan politik PKS.

Sementara itu, melalui akun Instagramnya, eks Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengenang kembali peristiwa yang ia alami empat tahun lalu.

"Saya dengar ada partai yang mau masuk tapi ditolak... partai apakah itu? Sekitar 4 tahun lalu ada partai mendekati presiden untuk masuk kabinet... Lalu menganggap presiden mensyaratkan penyingkiran orang kritis... Jadilah aku korban... Dipecat tanpa dasar..," tulis Fahri lewat akun @fahrihamzah, siang ini.

Dalam postingan berjudul 'Rusaknya Tradisi Etis Partai Politik' Fahri meminta partai politik dijernihkan sehingga reformasi partai dan kepentingan politik terjaga.

"Rusak tradisi etis dalam partai politik maka rusak pula demokrasi kita," ujar politikus asal Bima, NTB itu.

Diketahui Fahri dipecat dari PKS, ia lalu menggugat dan memenangkannya hingga tingkat kasasi Mahkamah Agung. Selain keanggotaan sebagai kader PKS untuk dipulihkan, Fahri juga dimenangkan untuk uang ganti rugi sebesar Rp 30 miliar. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top