Potensi Rusuh, Kapolri Akan Bubarkan Demo 20 Oktober

publicanews - berita politik & hukumKapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Panglima TNI dan Kepala BIN bersiap mengikuti rapat koordinasi di Gedung Nusantara V DPR, Jakarta, Selasa (15/10). (Foto: Antara) (kedua kanan), Panglima TNI Marseka
PUBLICANEWS, Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian akan membubarkan aksi mahasiswa pada 20 Oktober, bertepatan dengan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Hal itu dilakukan agar aksi tidak berubah menjadi anarki.

"Kami lihat ini akan potensinya tidak aman, kami tidak akan terbitkan (surat tanda terima pemberitahuan), sehingga bila tetap dilakukan kami akan bubarkan dulu sebelum dia berubah dari crowd menjadi anarki," ujar Tito di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (17/10).

Menurut Tito, berdasarkan informasi intelijen disebutkan kemungkinan unjuk rasa berujung ruusuh. "Kalau kami dari intelijen sudah memahami bahwa akan terjadi potensi aksi anarkis, ya masa didiamkan, masa kita reaktif baru menindak, salah lagi," kata Kapolri.

Ia kemudian merujuk pada aksi pada 30 September 2019 lalu yang semula damai berujung rusuh. Bebebrapa fasilitas umum dirusak, termasuk tergangunggunya transportasi masyarakat.

Tito berdalih polisi bukan melarang demonstrasi, namun harus sesuai ketentuan dalam Pasal 6 UU No. 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Dalam pelantikan presiden dan wakil presiden, katanya, polisi tidak mau mengambil risiko. Menurutnya, nama baik Indonesia dipertaruhkan di mata internasional. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top