Nasdem: Pemerintah Butuh Oposisi, Jangan Ajak Semua Partai Gabung

publicanews - berita politik & hukumKetua DPP Nasdem Irma S Chaniago seusai dalam diskusi politik di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (12/10). (Foto: Publicanews/Bimo)
PUBLICANEWS, Jakarta - Partai Nasional Demokrat (Nasdem) menyarankan Jokowi agar tidak semua partai diajak bergabung dalam kabinet. Ketua DPP Nasdem Irma S Chaniago mengatakan, hal ini tidak terjadi saling berebut kursi dan harus ada pihak yang jadi oposisi sebagai penyeimbang.

"Pemerintah yang kuat dan baik harus didampingi oleh oposisi yang konstruktif, solutif, dan elegan," kata Irma dalam diskusi politik di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (12/10).

Apabila semua partai, termasuk oposisi, bergabung, ia menambahkan, pemerintah Jokowi-Ma'ruf akan lemah. Jika terlalu ramai di dalam lingkaran kabinet, maka akan menciptakan parlemen jalanan.

Irma mencontohkan aksi mahasiswa dan masyarakat kemarin terjadi karena tidak ada fungsi check and balances yang dilakukan oposisi di DPR.

"Makanya berada di pemerintah tidak perlu harus menjadi pengikut, bisa juga sebagai oposisi internal yang mengkritik dan memberi solusi secara langsung," ujar Irma.

Anggota Komisi XI DPR itu menyinggung tentang program Nawacita Jokowi yang butuh lima tahun lagi agar bisa tercapai. Kini, Jokowi dipercaya kembali untuk menyelesaikan 9 program unggulan.

Irma khawatir program tidak berjalan dengan baik jika tidak ada oposisi. Peran oposisi sangat penting untuk memberikan kritik kepada pemerintah.

"Itu yang menyebabkan tidak terjadi check and balance dari yang kita harapkan dari wakil-wakil rakyat ini," Irma menambahkan.

Menurutnya, pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin akan lebih bahaya jika semua anggota DPR hanya mendengarkan fraksinya, maka program Jokowi tidak bisa diaplikasikan secara komprehensif di masyarakat.

"Oleh karena itu kita tunggu apakah Pak Jokowi bisa menyelesaikan atau tidak," katanya. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top