KPK Sayangkan Informasi Palsu Arteria Dahlan Soal 'KPK Gadungan'

publicanews - berita politik & hukumArteria Dahlan (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK menyayangkan pernyataan politikus PDIP Arteria Dahlan yang menyebut ada penyalahgunaan kekuasaan oleh KPK untuk memeras sejumlah pihak. Tudingan Arteria tersebut dilontarkan saat menjadi salah satu sumber acara televisi Mata Najwa.

"Seolah-olah isu KPK gadungan dibuat untuk menutupi tindakan melawan hukum yang dilakukan oleh KPK. Kami pastikan hal itu tidak benar," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam pesan singkatnya, Kamis (10/10).

Febri mengatakan, KPK bekerja sama dengan Polri untuk menangani penyidik KPK gadungan yang melakukan pemerasan atau penipuan tersebut. Menurut Febri, sepanjang 2018 lalu setidaknya telah diproses 11 perkara pidana oleh Polri dengan 24 orang tersangka.

Pada Mei hingga Agustus 2019, Febri menambahkan, KPK melalui Call Center 198 telah menerima 403 aduan tentang pihak-pihak yang mengaku penyidik KPK. Pengaduan kemudian diidentikasi lebih lanjut oleh Direktorat Pengaduan Masyarakat.

"Klarifikasi mengenai KPK palsu tersebut sudah pernah dilakukan melalui siaran pers di website KPK, doorstop kepada media, dan di media sosial," Febri menjelaskan.

Oleh karena itu KPK menyayangkan pernyataan Arteria Dahlan yang menyampaikan data yang tidak valid pada masyarakat. KPK, ujar Febri mengajak para penyelenggara negara, termasuk politisi, untuk berbicara secara benar.

"Tidak menyesatkan publik dengan informasi-informasi yang tidak benar. Kita tahu persis, informasi palsu adalah musuh bagi kebebasan informasi dan hama bagi demokrasi," Febri menandaskan.

Dalam acara Mata Najwa, Rabu (9/10) malam, Arteria mengatakan apa yang disebut sebagai 'KPK gadungan' ternyata tidak gadungan. Mereka mengajukan pertanyaan kepada menawarkan jalan keluar kepada pihak yang tersangkut kasus korupsi.

“Kalau kamu tidak mau dipanggil, serahkan harta kamu,” ujar Arteria mengira-ira dialog antara petugas KPK dengan pihak yang diduga tersangkut kasus korupsi.

"Ketika petugas KPK ini tertangkap, lalu ramai disebut sebagai 'KPK gadungan'. Padahal bukan KPK gadungan. Namanya ada semua," ujar Arteria. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top