Kawasan Monas Ditutup, Ternyata Ratusan Petani Bukan Demo Jokowi

publicanews - berita politik & hukumPresiden Joko Widodo menerima perwakilan petani di Istana Negara, Jakarta, Kamis (10/10). (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kawasan Monumen Nasional (Monas), mulai akses Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, ditutup dua arah. Polisi juga memasang penghalang pada akses dari Gambir ke Istana.

Ratusan massa menuju Monas menggunakan armada bus. Mereka membawa alat peraga, salah satunya bertuliskan 'Lantik Jokowi, Bubarkan Perhutani, Lanjut IPHPS'. Massa menyebut sebagai Gerakan Masyarakat Perhutanan Sosial Indonesia (GMPSI) KTH.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima perwakilan GMPSI. Jokowi menceritakan ketika tiba di Istana mendapat laporan adanya demo di depan Istana.

"Polisi banyak sekali ini apa, pagi-pagi tadi saya lihat. Disampaikan ke saya, 'ada demo pak'," kata Jokowi saat menerima perwakilan GMPSI di Istana Negara, Jakarta, Kamis (10/10).

Jokowi kemudian bertanya apakah ratusan petani itu melakukan demo. "Bukan," jawab perwakilan petani kompak.

Ternyata para petani itu hendak menyampaikan terima kasih kepada Jokowi. "Lah katanya ribuan ada demo besar itu apa. Oh nggih, nggih, nggih (ya, ya, ya) Berarti belum sambung. Dipikir demo, ternyata ucapan terima kasih. Itu bedanya jauh itu," ujar Jokowi.

Deputi Kebijakan Advokasi dan Hukum GMPSI Carkaya mengatakan, petani mengucapkan terima kasih kepada Jokowi karena sudah mendukung hak konstitusi petani. "Kami mendorong segera pelantikan Jokowi," katanya. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top