Gerindra Ingin Jatah MPR-1 Sebagai Bukti Rekonsiliasi

publicanews - berita politik & hukumKetua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) didampingi Sekjen Ahmad Muzani. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Persaingan kursi Ketua MPR meruncing antara mantan Ketua DPR Bambang Soesatyo dan pilihan Prabowo Subianto, Ahmad Muzani. Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, terdapat sejumlah alasan kenapa MPR-1 harus dipegang Muzani.

Bambang, ujar Sufmi, merupakan satu paket dengan pemenang pemilu PDIP. Saat ini Presiden terpilih dan Ketua DPR terpilih berasal dari kubu politik yang sama.

"Demi menghindari situasi the winner takes it all, maka yang layak mendapatkan kursi Ketua MPR adalah Gerindra," kata Sufmi, yang juga Wakil Ketua DPR, kepada wartawan, Kamis (3/10).

Menurut Sufmi, wajar jika Gerindra mendapatkan kursi Ketua MPR sebagai langkah konkret dimulainya rekonsiliasi politik. Ia mengingatkan, partainya merupakan pemenang kedua pada Pemilu 2019.

"Dalam teori kepemiluan, rujukan paling tepat dalam menghitung eksistensi partai di mata rakyat adalah jumlah suara dan bukan jumlah kursi DPR," ia menjelaskan.

Pada Pemilu 2019, meski menang dalam perolehan suara tetapi Gerindra tertinggal tujuh kursi dibanding Golkar. Golkar menempatkan 85 anggota dewan sedangkan Gerindra 78 anggota.

Sufmi berharap penetapan Ketua MPR bisa dilakukan di tingkat lobi dan musyawarah. Meski demikian, Muzani yang juga Sekjen Partai Gerindra akan tetap maju sekalipun harus melalui voting. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top