Jokowi Undang Tokoh Nasional: Jangan Ragukan Komitmen Demokrasi Saya

publicanews - berita politik & hukumSejumlah tokoh nasional yang diundang Presiden Jokowi ke Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (26/9) siang. (Foto: JPN)
PUBLICANEWS, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengundang sejumlah tokoh sipil nasional ke Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (26/9) siang. Kepada mereka, Jokowi meminta agar tidak ada keraguan terhadap komitmennya untuk demokrasi.

"Bahwa kebebasan pers, kebebasan menyampaikan pendapat, adalah hal dalam demokrasi yang harus kita jaga dan pertahankan," kata Jokowi.

Ada hampir 50 tokoh dari berbagai latar belakang hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka, antara lain, budayawan Goenawan Mohamad, pelakon teater Butet Kertaradjasa, Moctar Pabottinggi dari LIPI, Emil Salim, rohaniawan Franz Magnis Suseno, serta pengusaha Arifin Panigoro dan Teddy Rachmat.

Ada pula eks Ketua KPK Erry Riana Hadjapamekas, Mahfud MD, Quraish Shihab, aktor kawakan Slamet Rahardjo, aktris Christine Hakim dan Jajang C Noer, Hari Tjan Silalahi, Azyumardi Azra, Marsilam Simanjuntak, Manuel Kaisepo, dan Komaruddin Hidayat.

Jokowi mengatakan, para tokoh yang diundang khusus ini untuk membicarakan persoalan-persoalan terkini di Indonesia.

"Jangan sampai bapak-ibu sekalian ada yang meragukan komitmen saya mengenai demokrasi," ujar mantan Walikota Solo, Jawa Tengah, itu.

Ia kemudian menyampaikan persoalan yang sedang dihadapi bangsa saat ini, seperti kebakaran lahan dan hutan (karhutla), kerusuhan Papua, UU KPK, dan RKUHP. "Berkaitan dengan demonstrasi-demonstrasi beberapa hari ini," Jokowi menambahkan.

Mendampingi Presiden dalam pertemuan ini adalah Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko, serta Staf Khusus Sukardi Rinakit dan AAGN Ari Dwipayana.

Pertemuan dengan para tokoh ini berlangsung setelah Jokowi mengundang para tokoh lintas agama secara tertutup. (ian)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top