UGM Tak Mendukung Aksi #GejayanMemanggil

publicanews - berita politik & hukumSurat edaran Rektor UGM soal aksi mahasiswa #GejayanMemanggil. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Yogyakarta - Universitas Gadjah Mada (UGM) menegaskan tidak telibat dan mendukung kegiatan aksi mahasiswa yang menamakan diri Aliansi Rkyat Bergerak yang diawali dengan tagar #GejayanMemanggil.

Surat edaran yang diteken Rektor UGM Panut Mulyono menyebutkan bahwa kegiatan akademik pada 23 September 2019 tetap berjalan seperti biasa.

"Untuk itu para mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan di lingkungan UGM diminta untuk tetap melaksanakan aktivitas akademik seperti biasa," ujar Panut dalam surat nomor: 6909/UN1.P/HMP/HM/2019, Senin (29/9).

Sementara itu aksi mahasiswa telah digembosi dengan tudingan aksi itu disusupi HTI dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namun, isu itu dibantah, seperti disampaikan humas aksi Gejayan Memanggil Syahdan. “Buzzer banyak yang memfitnah aksi kami. Tapi, kami tetap jalan,” katanya.

Surat penolakan keterlibatan kampus juga disuarakan lima perguruan tinggi di Yogyakarta, yaitu Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Sanata Dharma (Sadhar) dan Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW).

Meski ada penolakan, justru peserta yang berkumpul di Bundaran UGM terbanyak, disusul di depan Universitas Sadhar. Jumlah paling sedikit adalah massa di depan kampus UIN.

Ada tujun poin tuntutan mahasiswa, antara lain menolak Undang-undang KPK yang telah direvisi dan soal RKUHP. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top