Fahri Hamzah Kritisi Trisakti Soal Gelar 'Putera Reformasi' Untuk Jokowi

publicanews - berita politik & hukum
PUBLICANEWS, Jakarta - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengkritisi rencana Universitas Trisakti untuk memberi gelar 'Putera Reformasi' kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut Fahri, harus ada landasan kuat bagi pejabat untuk diberi suatu gelar.

"Sekarang ini sebenarnya waktunya memperbaiki narasi-narasi kebangsaan kita, sehingga harus ada alasan kuat untuk memberikan gelar kepada pejabat siapa pun," kata Fahri kepada wartawan, Minggu (22/9).

Fahri menyebut kampus sebagai suatu institusi seharusnya memberikan kritik dan pemikiran Ilmiah, bukan malah membungkuk terhadap kekuasaan.

"Ada tantangan yang besar bagi kampus untuk tidak ikut-ikutan feodal dan menunjukkan sikap membungkuk-bungkuk atau terlalu memuji kekuasaan. Sebab tugas kampus adalah membuat kritik dan menyampaikan pikiran scientific yang apa adanya. Kampus itu harus tegak mimbar akademik," ujar Fahri.

Sebelumnya sepucuk surat dari universitas di Jakarta Barat itu tengah viral. Surat berkop Universitas Trisakti bernomor 339/AK.15/USAKTI/R/IX/2019 itu menyatakan bahwa Jokowi akan diberi gelar Putra Reformasi.

Surat tersebut ditujukan pada 'Bapak Menteri Sekretaris Kabinet di Jakarta'. Pemberian gelar Putra Reformasi untuk Jokowi itu digagas oleh alumni Trisakti pada Februari lalu.

Alasannya, menurut isi surat, Jokowi berhasil menunjukkan cita-cita gerakan reformasi melalui karyanya. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top