Istana: Jokowi Wong Ndeso yang Tak Cari Pujian

publicanews - berita politik & hukumPresiden Joko Widodo bersama istri dan cucunya. (Foto: Instagram/@Jokowi)
PUBLICANEWS, Jakarta - Surat Universitas Trisakti soal rencana pemberian gelar 'Putera Reformasi' kepada  Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang polemik.

Di tengah simpang siur kebenaran surat tersebut, Istana ikut memberi tanggapan melalui Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin. Menurutnya, yang harus memberi jawaban soal rencana penganugerahan gelar tersebut adalah Universitas Trisakti.

Meski demikian, mantan politikus yang bernah bernaung di beberapa parpol itu memastikan Jokowi bukan tipe Kepala Negara yang mencari pujian.

"Presiden Joko Widodo sendiri itu kalau orang Jawa bilang, nyuwun sewu  ya, mohon maaf, nyuwun sewu, tidak pergi ke sana-kemari, cari-cari muka untuk dihormati, dipuja, dipuji. Presiden Jokowi tidak begitu karakternya," kata Ngabalin kepada wartawan, Minggu (22/9).

Sebagai pribadi, ia menambahkan, Jokowi merupakan warga masyarakat yang kebetulan dipercaya memimpin bangsa tetapi bukan tipe yang ingin mencari penghargaan.

"Jadi kalau Jokowi itu penampilannya ya begitu, makannya seadanya, tidak ke sana-kemari untuk disanjung-sanjung, dipuji. Jokowi wong Solo, wong ndeso, jadi biasa-biasa saja ya," ujar Ngabalin.

Diketahui di media sosial beredar surat dari Universitas Trisakti yang hendak memberi gelar 'Putera Reformasi' kepada Jokowi dalam acara dies natalis ke 54.

Surat itu ditujukan kepada Sekretaris Kabinet Gelar diberikan karena karya dan keberhasilan dalam mendukung cita-cita gerakan reformasi yang diawali dari peristiwa 12 Mei 1998 di Kampus Trisakti. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top