Masuk Daftar Menteri, Adian Napitupulu Tolak Tawaran Jokowi

publicanews - berita politik & hukumPresiden Joko Widodo dan Adian Napitupulu (Foto: Facebook)
PUBLICANEWS, Jakarta - Anggota DPR Adian Napitupulu menolak tawaran Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai menteri pada Kabinet Kerja Jilid II. Politikus PDIP itu mengaku sempat dipanggil ke Istama dan bicara empat mata dengan presiden terpilih 2019-2024.

"Saya empat kali bilang, 'Ampun Pak Presiden, saya tidak punya talenta jadi birokrat, saya tidak punya talenta jadi menteri'," katanya saat ditemui di Denpasar, Bali, Sabtu (21/9).

Namun, aktivis '98, yang dipanggil khusus oleh Jokowi pada 13 Agustus 2019 lalu itu menyatakan belum sempat membahas jabatan menteri yang bakal diembannya.

"Belum bicara posisi (menteri). Saya berjuang habis-habisan buat Jokowi tidak untuk jabatan, tapi untuk Indonesia lebih baik, itu saja. Jadi saya tidak mengejar jabatan," katanya.

Nama Adian sempat mencuat dalam acara Halalbihalal Presiden Jokowi bersama aktivis 98 di Jakarta, 16 Juni 2019 lalu.

Saat itu, Jokowi mengatakan aktivis 98 sebagai pelaku sejarah, meski sebagian besar sudah menduduki jabatan seperti bupati, walikota, anggota DPR tetapi belum ada yang menjabat sebagai menteri.

Peserta aktivis yang memadati JIExpo Kemayoran serempak meneriakkan nama Andian. "Bisa saja, kenapa tidak? Dengan kemampuan yang ada bisa saja," kata Jokowi menimpali saat itu.

Sementara itu, berdasar data susunam menteri yang beredar, nama Andian masuk dalam daftar susunan menteri sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang. Namun, susunan ini dibantah Kepala Bekraf Triawan Munaf sebagai hoaks belaka.

Berikut ini susunan kabinet Jokowi-Maruf Amin yang beredar di media sosial:

Presiden: Joko Widodo
Wakil Presiden: Maruf Amin
Menteri Kabinet
Menteri Sekretaris Negara: Pramono Anung Wibowo
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional: Hendrawan Supratikno
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman: Susi Pudjiastuti
Menteri Perhubungan: Rusdi Kirana
Menteri Kelautan dan Perikanan: Agus Suherman
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Faisal Basri
Menteri Pariwisata: Triawan Munaf
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan: Ryamizard Ryacudu
Menteri Dalam Negeri: Ganjar Pranowo
Menteri Luar Negeri: Dino Patti Djalal
Menteri Pertahanan: Andi Widjajanto
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia: Mahfud MD
Menteri Komunikasi dan Informatika: Semuel Abrijani Pangerapan
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Heru Budi Hartono
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Rini Soemarno
Menteri Keuangan: Muhammad Chatib Basri
Menteri BUMN: Ririel Ardiansyah
Menteri Koperasi dan UKM: Eva Kusuma Sundari
Menteri Perindustrian: Bahlil Lahadalia
Menteri Perdagangan: Fadli Zon
Menteri Pertanian: Spudnik Sujono Kamino
Menteri Ketenagakerjaan: Muhammad Hanif Dhakiri
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadi Muljono
Menteri Lingkungan Hidup dan Perikanan: Tsamara Amany Alatas
Menteri Agraria dan Tata Ruang: Adian Napitupulu
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Yudi Latief
Menteri Agama: Komaruddin Hidayat
Menteri Kesehatan: Daeng M Faqih
Menteri Sosial: Agus Harimurti Yudhoyono
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Najwa Shihab
Menteri Pendidikan Nasional: Syawal Gultom
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi: Kadarsah Suryadi
Menteri Pemuda Dan Olahraga: Erick Thohir
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi: Budiman Sudjatmiko
Pejabat Setingkat Menteri
Jaksa Agung: Todung Mulya Lubis
Panglima TNI: Jenderal Andhika Perkasa
Kapolri: Jenderal Mohammad Tito Karnavian
Sekretaris Kabinet: Johan Budi SP
Kepala Negara Pemerintah Non Kementerian
Kepala Badan Intelijen Negara: Budi Gunawan
Kepala Badan Penanaman Modal: Thomas Trikasih Lembong
Kepala Badan Ekonomi Kreatif: Addie Muljadi Sumaatmadja
Kepala Lembaga Non Struktural
Kepala Staf Kepresidenan: Diaz Hendropriyono. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top