NU Lanjutkan Film 'The Santri' di Tengah Tudingan Murtad Santri Masuk Gereja

publicanews - berita politik & hukumPoster film 'The Santri'. (Foto: media sosial)
PUBLICANEWS, Jakarta - Cuplikan atau trailer film The Santri terus mengundang kontroversi. Bukan hanya Front Pembela Islam (FPI) yang menolak film karya kakak beradik Livi Zheng dan Ken Zheng itu, suara protes juga disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum.

Sebaliknya, PB Nahdlatul Ulama sebagai pemrakarsa menilai film itu membawa nilai kebhinekaan. Hal senada disampaikan politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli. Menurutnya, soal santri masuk gereja bukan murtad seperti yang dinyatakan Wagub Uu.

"Kritik film gak masalah, tapi komen 'santri masuk gereja itu murtad' sangat berlebihan. Sayyidina Umar pernah masuk gereja, bahkan ditawari shalat di dalam gereja tapi beliau menolak," tulis Guntur Romli di akun Twitter @GunRomli, Rabu (18/9).

Sebelumnya Uu mengatakan film tersebut tidak layak tayang. Ia mengetahui betul kehidupan santri tidak seperti yang digambarkan dalam trailer film tersebut.

Menurutnya, sikap toleransi yang digambarkan film tersebut kebablasan. “Kalau toleransi memberi makanan, itu hal biasa. Tapi tak usah santri masuk ke gereja. Itu kan murtad,” Uu, jebolan madrasah dan politikus PPP, menegaskan.

Film 'The Santri' yang Diprakarsai NU Dikecam FPI

Produser Eksekutif The Santri Imam Pituduh mengatakan, film tersebut sebenarnya belum diproduksi. Adapun yang ditampilkan di YouTube baru sebabatas cuplikan. Meski sudah mengundang polemik, Imam bersikukuh film tetap akan diproduksi mulai Oktober dan diharapkan sudah bisa ditonton pada April 2020.

Ia mengajak para pengkritik untuk ikut casting agar bisa merasakan bahwa tidak ada hal-hal yang bertentangan dengan agama. "Justru ini yang kami dorong supaya kita betul-betul memahami agama secara komprehensif, artinya tidak pada kulitnya," ujar Ilham.

Wakil Sekretaris Jenderal PBNU itu menambahkan, film rencananya diputar lebih dulu di luar negeri, seperti di Eropa, Amerika, hingga Tiongkok. Setelah itu giliran di Tanah Air. Ia meyakini tidak akan ada yang keberatan.

Film dibintangi Guz Azmi, Veve Zulfikar, Wirda Mansur, hingga Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak. Wirda merupakan putra Ustad Yusuf Mansur. Trailer yang tayang sejak 9 September lalu telah ditonton 1,2 juta kali. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top