Pimpinan Tetap Bekerja, Percaya Presiden Tak Akan Biarkan KPK Lumpuh

publicanews - berita politik & hukumTiga pimpinan KPK dan Jubir dalam jumpa pers pengembalian mandat kepada presiden, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (13/9) petang. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan tetap bekerja pasca tiga pimpinan menyerahkan mandat pengelolaan KPK pada Presiden Joko Widodo.

"Meskipun tidak mudah, tapi hal tersebut kami sadari sebagai amanat yang harus dijalankan," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Senin (16/9).

Febri menambahkan, soal penyerahan mandat tanggungjawab pengelolaan sebagaimana disampaikan dalam jumpa pers pada Jumat (13/9) pekan lalu, hal itu berangkat dari pemahaman bahwa Presiden adalah pemimpin tertinggi negara, salah satunya dalam soal pemberantasan korupsi.

Dalam posisi Presiden sebagai Kepala Negara itulah KPK menyerahkan nasib lembaga ini.

"Jadi kami menunggu langkah signifikan lebih lanjut untuk menyelesaikan semua hal ini. Pemahaman ini perlu kita jaga karena di manapun di dunia, tidak mungkin pemberantasan korupsi akan berhasil tanpa komitmen dan tanggung jawab kepala negara. Kita semua berharap di Indonesia upaya pemberantasan korupsi tetap berjalan lurus," kata Febri.

Mengenai pelaksanaan tugas Pimpinan, Febri merujuk pada Pasal 32 UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, maka pemberhentian pimpinan KPK dilakukan dengan alasan-alasan yang terbatas dan baru efektif berlaku sejak Presiden menerbitkan Kepres.

Oleh karena itu, ujar Febri, sembari menunggu tindakan penyelamatan KPK dari Presiden, terutama terkait revisi UU KPK yang semakin mencemaskan, maka KPK terus menjalankan tugas dan amanat UU.

"KPK percaya, Presiden akan mengambil tindakan penyelamatan dan tidak akan membiarkan KPK lumpuh, apalagi mati," ujar Febri. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top