Eks Komisioner Minta DPR Tak Buru-buru Sahkan UU KPK

publicanews - berita politik & hukumEks Komisioner KPK memberi keterangan pers seusai bertemu Agus Rahardjo cs di Gedung KPK, Jakarta, Senin (16/9) siang. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2003-2007 Taufiequrachman Ruki meminta pemerintah dan DPR untuk tidak terburu-buru mengesahkan revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK. Ia berharap Presiden maupun DPR mendengarkan aspirasi dari sejumlah pihak.

Rukie menyampaikan hal itu dalam keterangan pers seusai bertemu Agus Rahardjo cs di Gedung KPK, Jakarta, Senin (16/9) siang. Ruki datang ke KPK bersama mantan wakilnya Erry Riyana Hardjapamekas, Tumpak Hatorangan Panggabean, dan Chandra M Hamzah.

"Melalui forum ini mudah-mudahan Presiden dan para menteri yang terlibat dalam perumusan RUU KPK, para anggota DPR yang terlibat dalam Pansus, mendengar masukan akademisi. Bahwa kami berharap pembahasan itu jangan terburu-terburu, dipebanyak menyerap aspirasi," kata Ruki.

Sebagai pihak yang turut merumuskan undang-undang KPK, ujar Ruki, ia juga belum mengetahui apa saja poin yang direvisi. Ketua KPK pertama itu mengetahui poin-poin yang diubah melalui media massa.

"Tapi seperti apa perubahannya dalam kalimat itu belum tahu. Karena itu yang akan menjadi norma hukum, kita belum tahu," ujar pensiunan polisi bintang tiga tersebut.

Chandra Hamzah sependapat dengan Ruki, ia mengingatkan pengesahan RUU KPK hanya akan menimbulkan spekulasi. "Pembahasan mengenai tugas yang menurut kami penting ini jangan terburu-buru. Karena berpontesi memuncukan hal yang tidak baik," ujarnya. Ia berharap RUU KPK dibahas dengan tenang dan objektif.

Sementara itu, Erry Riyana Hardjapamekas menyampaikan para mantan pimpinan KPK siap untuk diajak berdiskusi soal revisi UU KPK. "Kalau memang kami layak dianggap sebagai narasumber, kami siap kapan saja dipanggil presiden dan kami sudah merumuskan apa yang ada dipikiran kami," Erry menandaskan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top