Jokowi 'Pinokio' Bisa Diancam 3,5 Tahun Penjara dalam RUU KUHP

publicanews - berita politik & hukumCuitan Aaron Connelly di akun Twitter. (Foto: Twitter/@ConnellyAL)
PUBLICANEWS, Jakarta - DPR akan segera mengesahkan RUU KUHP. Salah satu yang mendapat sorotan adalah Pasal 218-220 karena dianggap akan membunuh demokrasi.

Pengamat politik Asia Tenggara Aaron Connelly mencontohkan, karikatur kritis seperti Jokowi berlatar siluet pinokio, yang dimuat Tempo, bisa dipidana 3,5 tahun.

"Berdasarkan pasal 218-220 dari RUU KUHP, yang dijadwalkan akan disahkan pada sidang paripurna DPR berikutnya, sampul majalah seperti ini dapat dihukum dengan tiga setengah tahun penjara," kata Aaron Connely lewat akun Twitter @connelltAL, Senin (16/9).

Kicauan Connely itu menanggapi cuitan Rais Syuriah PCNU Australia Nadirsyah Hosen alias Gus Nadir. Di mata Gus Nadir, sampul muka Tempo itu artistik. Ia pun meyakini Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak akan tersinggung.

"Yang hidungnya panjang kayak Pinokio adalah bayangan Jokowi, bukan gambar Jokowi-nya. Ada message yang kuat, tanpa melecehkan. Saya yakin Pak @jokowi tidak perlu tersinggung. Kritikan yang artistik dan argumentatif itu perlu dalam demokrasi," ia mencuit.

Soal penghinaan kepada Presiden, berdasar catatan Institute for Criminal Justice Reform (ICJR), dalam RUU KUHP berubah nama menjadi 'Penyerangan Kehormatan atau Harkat dan Martabat Presiden dan Wakil Presiden' yang dituangkan dalam Pasal 218-220 RKUHP.

Peneliti ICJR Erasmus Napitupulu mengatakan pasal-pasal dalam aturan pembaruan KUHP koloniol itu justru akan membuat kemunduran demokrasi di Indonesia. Disebutkan RUU KUHP justru akan membawa kembali pada masa kolonialisme di era reformasi hukum pidana. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Iqra @ayobaca16 September 2019 | 15:47:36

    Orde baru gaya baru...

Back to Top