Urung Diterima Jokowi, Agus Rahardjo Pastikan Tetap Bekerja

publicanews - berita politik & hukumKetua KPK Agus Rahardjo. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Ketua KPK Agus Rahardjo tetap menjalankan tugas dan fungsinya kendati telah menyerahkan mandat pengelolaan KPK kepada Presiden Joko Widodo, Jumat (13/9) pekan lalu. Hal ini ditunjukkan Agus dengan melantik Sekjen Cahya Hadianto Harefa dan Direktur Penuntutan Fitroh Rohcahyanto.

Dalam pelantikan tersebut, Agus didampingi tiga Wakil Ketua KPK, yakni Laode M Syarif, Basaria Panjaitan, dan Alexander Marwata.

"Kita tetap bekerja seperti biasa. Kita menunggu. Buktinya hari ini saya masih melantik," ujar Agus seusai melantik kedua pejabat baru tersebut di Gedung KPK, Jakarta, Senin (16/9).

Meski demikian Agus menegaskan saat ini pimpinan KPK dalam posisi menunggu sikap Presiden Jokowi terkait revisi UU KPK. "Kita menunggu saja. Jadi enggak ada (mengundurkan diri)," katanya.

Agus mengungkapkan, Minggu (15/9) malam ia menerima undangan dari Menteri Sekretaris Negara Pratikno untuk bertemu Presiden Jokowi. Namun belum bisa terwujud dalam waktu dekat karena padatnya jadwal Presiden.

"Kami belum tahu. Nyatanya Pak Pratikno masih jadwalkan longgarnya jadwal Pak Presiden kapan. Sempat ada undangan tadi malam, tapi kemudian, mungkin karena kesibukan Presiden undangan itu kemudian ditunda dulu," ia menjelaskan.

Selain kepada Presiden, Pimpinan KPK telah mengirimkan surat untuk bertemu DPR membahas revisi UU KPK. Menurut Agus, hingga saat ini komisi antirasuah belum mengetahui draf revisi UU Nomor 30 Rahun 2002. Ia berharap Presiden maupun DPR tidak terburu-buru mengesahkan RUU KPK.

"Supaya kita tahu draf sesungguhnya itu seperti apa isinya. Itu saja. Kalau bisa jangan buru-buru supaya ada pembahasan yang lebih matang, lebih baik, dan lebih banyak melibatkan para pihak," kata Agus.

Menurutnya, pembahasan revisi UU KPK tidak perlu dilakukan dengan buru-buru untuk memberi kesempat para ahli hukum dan masyarakat memberi masukan.

"(masukan) Perguruan tinggi maupun kalau bisa KPK dilibatkan. Hanya itu saja. Jangan buru-burulah. Kita mengejar apa sih," Agus menandaskan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top