Gubernur Papua Sebut 61 Tokoh yang Bertemu Jokowi Bukan Representasi Masyarakat

publicanews - berita politik & hukumPresiden Jokowi bertemu sejumlah tokoh Papua di Istana Negara, Jakarta, pada 10 September 2019. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Papua - Gubernur Papua Lukas Enembe menegaskan, 61 tokoh yang bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Jakarta tidak memiliki kapasitas untuk mempresentasikan masyarakat Papua. Pemeritah daerah, katanya, tidak dilibatkan.

Padahal, Lukas menambahkan, banyak unsur tokoh daerah yang semestinya bisa dilibatkan oleh pemerintah pusat jika ingin menyelesaikan persoalan Papua.

"Jika presiden ingin bertemu dengan tokoh-tokoh Papua, libatkan pemerintah daerah. Di sini ada Forkompimda. Ada Gubernur, Pangdam, Kapolda, DPRP dan MRP Papua dan Papua Barat. Juga ada Ketua-ketua Sinode Gereja. Bukan ambil orang sembarangan tanpa kapasitas yang jelas,” kata Lukas dalam keterangaan tertulis Sabtu (14/9) malam.

Ia menjelaskan, tokoh-tokoh yang dilibatkan dalam menyelesaikan persoalan harus memiliki kapasitas yang jelas dan merepresentasikan rakyat Papua. Dengan demikian, apa yang dibicarakan dengan presiden benar-benar menyentuh akar persoalan.

Lukas menyesalkan para tokoh yang diundang Jokowi hanya menyampaikan persoalan tidak substansial. Ia mencntohkan soal pembangunan istana presiden di Papua, pemekaran hingga penempatan jabatan eselon 1 dan 2 di kementerian dan lembaga.

Ia menduga pertemuan itu dilakukan untuk kebutuhan diplomasi Indonesia di luar negeri saja. “Untuk digunakan oleh dubes-dubes menjelaskan situasi dan kondisi Papua kepada pemerintah dimana mereka bertugas,” ia menegaskan.

Pertemuan Kepala Negara dengan 61 tokoh Papua berlangsung di Istana Negara pada Selasa (10/9) lalu. Acara yang diramcang Kepala BIN Budi Gunawan itu, kata Menko Polhukan Wiranto, murni sebagai aspirasi masyarakat Papua.(feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Iqra @ayobaca16 September 2019 | 15:41:50

    Kok bisa?

Back to Top