RUU KPK Segera Disahkan, Agus Rahardjo: Ada Kepentingan Apa?

publicanews - berita politik & hukumTiga dari lima komisioner KPK menggelar jumpa pers mengenai perkembangan revisi UU KPK, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (13/9) malam. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui ketuanya Agus Rahardjo mengungkapkan kegelisahan mereka atas revisi Undang-undang KPK yang telah disetujui DPR dan pemerintah.

Agus mendengar rumor bahwa RUU tersebut akan segera disahkan dalam waktu dekat. Ia menyatakan prihatin, terlebih KPK tidak mengetahui isi draf tersebut.

"Pembahasannya sembunyi-sembunyi. Kami juga mendengar rumor dalam waktu yang sangat cepat akan diketok, disetujui. Kita betul-betul bertanya-tanya sebetulnya, seperti yang disampaikan pak Laode, ada kegentingan apa sih. Ada kepentingan apa sehingga harus buru-buru disahkan," kata Agus dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (13/9) malam.

Kekhawatiran akan ada pelemahan KPK, ia menambahkan, muncul karena hingga saat ini KPK masih tidak mengetahui isi draf revisi UU KPK. "Terus terang penilaian yang masih sementara, tapi kami mengkhawatirkan itu," ujar Agus.

Agus merasa KPK tengah dikepung dari segala penjuru. Meski demikian, Agus memastikan KPK tidak akan melawan jika sudah ada keputusan DPR nanti, terlebih sudah ada surat presiden ke DPR. Ia hanya menyampaikan prihatin dan cemas akan nasib pemberantasan korupsi di tengah pembahasan revisi UU KPK.

"Kalau paripurna juga setuju, KPK wajib tidak melawan. Itu sudah menjadi keputusan. Pak Saut dan kami semua sifatnya bukan personal, sama sekali bukan personal," Agus menegaskan.

Saat memberikan keterangan, Agus didampingi dua komisioner KPK yang lain, Laode M Syarif dan Saut Situmorang yang telah mengajukan pengunduran diri dari pimpinan KPK. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top