Masinton Pertanyakan Konpers KPK Soal Firli, Mirip Kasus Budi Gunawan

publicanews - berita politik & hukumCapim KPK Alexander Marwata dihampiri anggota Komisi III DPR Desmond J Mahesa saat fit and proper test di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (12/9) siang. (Foto: Publicanews/Bimo)
PUBLICANEWS, Jakarta - Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu agak kesal terhadap KPK yang mengumumkan mantan Deputi Penindakan Firli Bahuri melanggar kode etik KPK. Padahal, Firli tengah mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di DPR.

Politikus PDIP itu mengatakan menerima informasi soal jumpa pers di Gedung KPK pada Rabu (11/9) sore itu sudah melalui musyawarah Dewan Pertimbangan.

"Ini menjadi preseden yang terulang lagi di KPK. KPK ini bobrok karena (pengumuman) bisa menyangkut karir seseorang," katanya dengan suara lantang mencecar Capim KPK Alexander Marwata, Kamis (12/9).

Menurut Masinton, tindakan KPK menggelar konferensi pers tentang kesalahan Firli bisa dinilai sebagai subordinat yang berakibat fatal. Ia mempertanyakan kapasitas KPK memberi kuasa kepada anggotanya menyampaikan sebuah perkara ke ruang publik.

"Jumpa pers kemarin dianggap ilegal yang dilakukan oknum, tidak tahu itu tindakan subordinat," ujar politikus yang kerap berseberangan dengan KPK itu.

Ini Daftar Pelanggaran Etik Berat Firli Bahuri versi KPK

Ia menegaskan bahwa yang dituduhkan oknum-oknum KPK dalam jumpa pers yang mendiskreditkan Firli dari unsur kepolisian adalah tidak benar. KPK melakukan tanpa persetujuan yang benar di internal KPK.

KPK, ia menambahkan, mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan terhadap Wakapolri Budi Gunawan (kini Kepala BIN) sebagai tersangka. Momennya persis saat jenderal bintang tiga itu menjalani seleksi menjadi Kapolri.

"Tapi, baguslah ternyata seberani dan sekonyol itu pimpinan KPK. Enggak belajar dari pengalaman," Masinton menegaskan.

Ia menduga KPK sengaja ingin menjatuhkan nama Firli yang sudah ditarik kembali ke Polri itu. "Kenapa tidak dari kemarin-kemarin. Ada kepentingan apa? Kenapa di ujung ketika beliau ikut fit and proper test di Komisi III," katanya. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top