Presiden Ajak Masyarakat Doakan BJ Habibie

publicanews - berita politik & hukumPresiden Joko Widodo melayat BJ Habibie di rumah duka Jalan Patra Kuningan XII/3, Jakarta Selatan, Kamis (12/9). Jokowi disambut langsung Ilham Akbar Habibie. (Foto: Biro Pers Setpres)
PUBLICANEWS, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta istri Iriana Jokowi melayat ke rumah duka almarhum Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie. Jokowi mengajak seluruh masyarakat mendoakan Habibie.

"Pagi hari ini saya kembali bertakziah di kediaman rumah duka Bapak BJ Habibie. Meskipun tadi malam saya sudah ke RSPAD, tapi ini adalah sebuah penghormatan besar kita, dari seluruh rakyat Indonesia, dari pemerintah atas pengabdian beliau pada bangsa dan negara," kata Jokowi usai melayat di rumah duka Jalan Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan, Kamis (12/9).

Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhono (SBY) juga takziah pagi tadi. SBY mengatakan, keluarganya dan keluarga BJ Habibie semakin dekat setelah istri Habibie, Ainun Habibie, dan istri SBY, Ani Yudhoyono, meninggal dunia.

"Saya memiliki kedekatan secara pribadi, baik sebelum menjadi presiden terutama di era reformasi juga setelah saya menjadi presien dan bahkan ketika kami berada tidak lagi di pemerintahan," kata Ketua Umum Partai Demokrat itu.

Senada dengan SBY, Wakil Presiden Jusuf Kalla memuji BJ Habibie sebagai sosok yang telah menghabiskan waktunya untuk membangun bangsa dalam dua hal yaitu teknologi dan demokrasi.

Sedangkan Ketua DPR Bambang Soesatyo yang takziah pagi ini mengatakan kepergian BJ Habibie merupakan kehilangan besar bagi bangsa Indonesia. "Almarhum sejatinya masih sangat dibutuhkan oleh negara dan bang Indonesia di tengah perubahan zaman ini," ujar politikus Partai Golkar itu.

Almarhum BJ Habibie akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Kamis siang ini. Bertindak sebagai inspektur upacara Presiden Joko Widodo.

BJ Habibie wafat di usia 83 tahun, Rabu kemarin pukul 18.05 WIB. Putra bungsu BJ Habibie, Thareq Khemal Habibie, mengatakan ayahnya meninggal karena faktor usia.

"Alasan kenapa meninggal adalah karena sudah menua dan memang kemarin kan saya katakan bahwa gagal jantung, yang mengakibatkan, karena penuaan itu karena memang orang menjadi tua. Organ-organ itu melemah menjadi tidak kuat lagi," kata Tahreq, kemarin.

Pemerintah menetapkan hari berkabung nasional dengan pengibaran bendera setengah tiang mulai hari ini hingga tiga hari ke depan. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top