Wiranto Tengahi Dua Menteri Beda Pandangan Soal Audisi Bulu Tangkis Djarum

publicanews - berita politik & hukumEks Pebulutangkis Lius Pongoh memberikan keterangan tata tertib kepada peserta Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis di GOR Satria, Purwokerto, Jawa Tengah, Minggu (8/9) pagi. (Foto: PB Djarum)
PUBLICANEWS, Jakarta - Dua menteri berpolemik menyusul audisi untuk mencari bibit pebulutangkis. Keduanya adalah Menteri Perlindungan Perempuan dan Anak Yohana Yambise dan Menpora Imam Nahrawi.

Menko Polhukam sekaligus Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Wiranto menengahinya. Ia menegaskan polemik audisi badminton PT Djarum Kudus itu sudah selesai.

"Udah selesai, sampai 2019 lanjutkan. Nanti ada satu konsep baru, sudah ada pembicaraan," kata Wiranto di kantornya, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (9/9) sore.

Sebelumnya, Yohana Yembise mengingatkan PB Djarum telah melanggar undang-undang eksploitasi anak. "Siapapun yang melakukan pelanggaran terhadap hak anak dalam bentuk apapun tetap melanggar undang-undang, maka harus di proses" ujar Yohana, pagi tadi.

Yohana menegaskan, audisi badminton tersebut tidak bisa dilanjutkan sekalipun tanpa mencantum logo PB Djarum. Sekalipun banyak yang menyayangkan tetapi, kata Yohana, siapapun tidak bisa merenggut hak anak.

Pernyataan Yohana itu menanggapi Menpora Imam Nahrawi, kemarin, yang menyebut tidak ada unsur ekploitasi anak pada audisi Djarum dalam pencari bibit-bibit pebulutangkis muda Indonesia. Ia meminta Djarum Foundation meneruskan kegiatan tersebut.

“Saya tegaskan tadi, audisi Djarum tidak boleh berhenti. Terus berjalan," kata Menpora pada audisi di tepi sungai Martapura, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (8/9) malam.

Audisi Djarum menjadi polemik setelah Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut kegiatan tersebut mengandung unsur eksploitasi anak. KPAI menyoroti logo Djarum Foundation yang terdapat di baju anak-anak peserta audisi sebagai sarana promosi rokok Djarum secara gratis.

Djarum Foundation tetap melanjutkan program tersebut dengan menghapus logo Djarum. Kontroversi audisi Djarum ini sempat memunculkan tagar #bubarkanKPAI. Tagar itu menjadi trending topic di Twitter, kemarin. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top