Pers

Mentan Somasi Tempo Soal 'Gula-gula Dua Saudara'

publicanews - berita politik & hukumTulisan majalah Tempo yang dipersoalkan oleh Kemenerian Pertanian. (Foto: Publicanews/Edi)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) melayangkan somasi terhadap Majalah Tempo menyusul berita investigasi bertajuk 'Gula-gula Dua Saudara' pada edisi 9-15 September 2019.

Menurut Kepala Biro Hukum Kementan MM Eddy Purnomo, pemberitaan Tempo sangat tidak berimbang dan penggunaan kata-kata atau kalimat tersebut tidak patut dalam pemberitaan.

"Padahal dugaan atau asumsi sudah dijawab dalam wawancara dengan Menteri Pertanian pada 26 Agustus 2019," kata Eddy dalam keterangannya, Senin (9/9).

Eddy menegaskan, pemberian bantuan untuk memperlancar pengurusan izin konsesi tebu tidak hanya diberikan kepada PT Jhonlin Batu Mandiri, melainkan juga kepada 10 investor lainnya.

Menurut Eddy, berita tersebut juga menutupi fakta pimpinan Tempo ikut memfasilitasi peletakan batu pertama pembangunan Pabrik Gula PT Pratama Nusantara Sakti di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, pada 22 Mei 2017.

"Saudara Wahyu Muryadi yang pada saat itu menjabat sebagai Corporate Communication Officer (CCO) Majalah Tempo dan Pemimpin Redaksi Tempo TV, serta pernah menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Majalah Tempo, termasuk dalam penyediaan helikopter," katanya.

Ia keberatan pula penyebutan sumbangan Menteri Amran Sulaiman senilai Rp 100 juta untuk pembangunan masjid di kampung halamannya. "Bantuan serupa telah dilakukan sejak dulu di berbagai tempat," Eddy menjelaskan.

Kementan membantah adanya KKN yang dilakukan Mentan. Eddy menyebutkan Amran sangat antimafia pangan dan memegang teguh komitmen itu. Ia pun memberi batas 3 x 24 jam untuk Tempo merespon surat somasi.

Dalam berita investigasi 'Swasembada Gula Cara Amran dan Isam' itu Tempo menuliskan bahwa untuk menutup defisit 1,1 juta ton swasembada gula, pemerintah mengundang investor membuka kebun tebu dan pabkrik pengolahnya. Salah satunya pemegang konsesi Andi Syamsuddin Arsyad, sepupu Menteri Amran sekaligus eks wakil bendahara tim pemenangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Disebutkan Amran turun langsung mengurus perizinan hingga kabupaten. Hal itu menabrak tata ruang dan program kementeriannya sendiri.

Belum ada tanggapan dari Tempo soal somasi Kementan ini. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top