Anggota DPR Bantah Revisi UU KPK Dibahas Tiba-tiba

publicanews - berita politik & hukumM0asinton Pasaribu. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Revisi undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 mendapat penolakan dari KPK maupun pegiat antikorupsi. Pasalnya, revisi dianggap 'senyap' tanpa melibatkan KPK maupun masyakat.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu mengatakan pembahasan revisi telah lama masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas).

"Ini bukan sesuatu yang datang tiba-tiba, proses pembahasan sudah lama ada di Prolegnas," ujar Masinton di Cikini Jakarta Pusat, Sabtu (7/9).

Politikus PDIP itu mengakui sebagai salah satu pengusul dalam Badan Legislasi (Baleg). Usulan kemudian diambil alih menjadi usul inisiatif DPR.

"Maka ketika kemarin saya usulkan bersama beberapa teman, saya usulkan di Baleg diambil alih usul itu menjadi usul inisiatif bagian DPR melalui Baleg. Kemudian dibawa ke paripurna," Masinton menjelaskan.

Mengenai ttidak dibacakannya pandangan fraksi dalam sidang paripurna, Masinton mengatakan tidak ada masalah karena semua fraksi sudah menyetujuinya.

"Kalau sebelumnya ada pandangan yang berbeda-beda, sekarang semua fraksi bulat artinya semua sepakat," ujar Masinton.

Ia menambahkan revisi ini adalah sebuah keniscayaan karena sebuah undang-undang harus kompatibel dengan jamannya.

"Apakah Undang-undang Nomor 30 masih bisa kokoh? Dalam perjalanan selama KPK didirikan, praktis agenda pemberantasan korupsi jalan di tempat," Masinton menandaskan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top