Besok KPK Kirim Surat ke Jokowi Menolak Revisi

publicanews - berita politik & hukumKetua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua Saut Situmorang menggelar jumpa pers menolak RUU KPK, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (5/9) sore. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK berencana mengirimi surat kepada Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan sikapnya menolak revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.

"Besok pagi secepat-cepatnya mengirimkan itu. Kami perlu mempersiapkan," kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (5/9).

Dalam surat tersebut, Agus menambahkan, KPK meminta Presiden Jokowi tidak tergesa-gesa mengirimkan Surat Presiden ke DPR untuk membahas RUU tersebut. KPK meminta Presiden terlebih dahulu mendengarkan para ahli, akademisi dari berbagai perguruan tinggi, dan elemen masyarakat lainnya.

"Harapan kami presiden mohon lebih arif dan bijaksana untuk mendengarkan suara dari banyak tokoh. Mohon betul supaya suara itu didengar. Saya pikir lebih arif kalau itu dilakukan," ujar Agus.

Informasi yang beredar menyebut DPR dan pemerintah bakal bergerak cepat membahas dan mengesahkan RUU KPK. Presiden Jokowi disebut akan mengeluarkan surat untuk membahas RUU pada Jumat (5/9) besok. Kabarnya pada Selasa (10/9), RUU KPK ini akan disahkan menjadi undang-undang.

Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Agus mengatakan belum mengetahuinya.

"Saya tidak tahu apakah informasi itu betul. Kalau (betul) informasi (surat presiden) besok dikirim, Selasa diketok, itu sesuatu yang luar biasa betul," ujar Agus.

Agus berharap presiden bakal menolak dan tidak menyetujui RUU tersebut. Dengan demikian RUU tak bisa diundangkan tanpa persetujuanpresiden. 

"KPK percaya Presiden akan tetap konsisten dengan pernyataan yang pernah disampaikan bahwa Presiden tidak akan melemahkan KPK. Apalagi saat ini Presiden memiliki sejumlah agenda penting untuk melakukan pembangunan dan melayani masyarakat," Agus menandaskan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top