Sebanyak 452 Perempuan Pengawas Pemilu Siap Kawal Pilkada 2020

publicanews - berita politik & hukum452 perempuan pengawas pemilu seluruh Indonesia turun ke depan Kantor Bawaslu, Minggu (1/9) pagi. (Foto: Bawaslu.go.id)
PUBLICANEWS, Jakarta - Sebanyak 452 perempuan pengawas pemilu seluruh Indonesia menyatakan siap mengawasi Pilkada 2020. Deklarasi digelar di depan Kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin 14, Jakarta Pusat, Minggu (1/9) pagi.

Mereka berjalan kaki dari kawasan Pecenongan hingga ke Kantor Bawaslu, menembus area Car Free Day (CFD).

Ketua Bawaslu Abhan mengatakan, keterlibatan kaum perempuan dalam pilkada sangat penting. "Pilkada tentu akan berhasil dengan sinergitas, kerjasama dan soliditas pengawasan," kata Abhan kepada wartawan, usai kegiatan tersebut.

Deklarasi dibacakan oleh delapan perempuan dari pulau-pulau di Indonesia seperti, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, NTT, dan Bali. Isinya adalah tentang komitmen menjaga kode etik dan kode perilaku penyelenggara pemilu dengan bekerja secara profesional, independen, dan berintegritas.

Mereka akan memperjuangkan kesetaraan gender dalam lembaga pengawas pemilu dan penguatan keterwakilan perempuan melalui perbaikan regulasi internal, program, dan kebijakan lembaga

Dalam deklarasi itu, keterpilihan perempuan minimal 30 persen sebagai pengawas Pemilu, baik tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan/desa, hingga TPS) yang dimulai dengan keterwakilan perempuan dalam tim seleksi.

"Mereka memantau secara reguler dan terukur status kemajuan perempuan pengawas pemilihan umum," Abhan menjelaskan.

Pengawalan pemilu yang jujur, adil, demokratis, Abhan menambahkan, yakni memaksimalkan pencegahan pelanggaran dan tegas menindak sesuai peraturan perundang-undangan.

"Menyangkut pelanggaran politik uang, politisasi SARA, penyalahgunaan jabatan, penggunaan fasilitas negara, manipulasi proses dan hasil pemilu, serta pelanggaran lainnya," ujar Abhan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top