Nyanyikan Bento, Koalisi Sipil Minta Jokowi Tolak Capim KPK Bermasalah

publicanews - berita politik & hukumKoalisi Masyarakat Sipil Darurat KPK menggelar aksi tolak Capim KPK bermasalah di halaman depan Gedung KPK, Jakarta, Jumat (30/8) siang. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Seruan aksi dukung KPK kembali dilakukan oleh aliansi massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Darurat KPK dan pegawai KPK menggelar orasi di depan lobi Gedung KPK, Jakarta, Jumat (30/8) siang.

Mereka menilai masih ada nama yang memiliki rekam jejak bermasalah dari 20 daftar calon pimpinan KPK yang dipilih Panitia Seleksi.

Perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil Darurat KPK yang juga peneliti ICW Kurnia Ramadhan mengatakan, tahapan-tahapan seleksi selama ini menunjukkan masukan masyarakat tidak didengar.

"Padahal undang-undang KPK dan Keppres pembentukan Pansel mensyaratkan pansel untuk mendengar suara masyarakat," ujar Kurnia.

Untuk itu Koalisi berharap banyak pada Presiden Joko Widodo untuk proses selanjutnya. Setelah wawancara dan uji publik, diketahui pansel akan menyerahkan 10 nama kepada Presiden Jokowi.

Apabila Presiden hanya menyodorkan nama mereka yang punya integritas dan rekam jejak bersih, ujar Kurnia, maka tidak ada pilihan bagi DPR selain memilih yang terbaik diantara yang bersih.

"Tetapi sebaliknya apabila Presiden Jokowi menyerahkan nama-nama capim yang tidak bersih dan tidak berintegritas, maka tidak mungkin DPR dapat memilih orang yang baik," Kurnia mengingatkan.

Agar marwah KPK berintegritas tetap terjaga, maka Koalisi akan meminta Presiden untuk tidak meloloskan capim KPK yang tidak berkualitas dan berintegritas. "Mencoret calon pimpinan KPK yang tidak melaporkan harta kekayaannya, punya konflik kepentingan, diduga terlibat pelanggaran etik, mengancam pemberantasan korups,i dan rekam jejak buruk di masa lalu sehingga tidak diloloskan dalam seleksi," Kurnia menambahkan.

Koalisi sangat berharap Jokowi betul-betul hanya memilih calon pimpinan yang berintegritas untuk diajukan ke DPR. "Jika ini tidak dilakukan, apakah bapak Presiden akan dikenang sebagai Presiden yang melumpuhkan KPK," ujar Kurnia.

Selain orasi, sejumlah poster menolak capim bermasalah pun turut dibentangkan di halaman depan KPK. Aksi ini diawali dengan bersama-sama menyanyikan lagu lawas karya musisi legendaris Indonesia Iwan Fals berjudul Bento.

"Save KPK! Save KPK," seru massa aksi di akhir lagu. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top