Pakar UGM Nilai Tepat Pemindahan Ibukota ke Kaltim

publicanews - berita politik & hukumGadis-gadis berbusana adat di Kalimantan Timur. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Yogyakarta - Pemilihan Provinsi Kalimantan Timur sebagai lokasi ibukota baru Indonesia dianggap sangat tepat. Penilaian itu disampaikan pakar pembangunan wilayah Universitas Gadjah Mada (UGM) Rijanta.

Guru Besar Geografi itu mengatakan, Kaltim merupakan daerah yang paling siap dikembangkan untuk fungsi yang lebih besar.

"Kalimantan Timur banyak plusnya. Infrastrukturnya siap, bandara sudah ada, lalu dekat dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia yang menjadi alur utama pelayaran skala besar. Jadi dari segi angkutan laut juga strategis sekali,” ujar Rijanta dalam keterangan tertulis, Selasa (27/8).

Emil Salim: Pemindahan Ibukota Keliru

Dari sisi sosial, ia menambahkan, masyarakat Kaltim siap menerima perubahan. “Kota yang sudah familiar dengan mengelola perbedaan bisa menjadi kota yang lebih besar tanpa harus ada banyak masalah dalam prosesnya,” ia menjelaskan.

Diketahui, Presiden Joko Widodo telah memutuskan Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara di Kaltim sebagai lokasi ibukota baru yang akan mulai dibangun pada 2020 dan sudah bisa difungsikan pada 2024.

Pemerintah telah menyiapkan 180 ribu hektare lahan. Adapun alokasi anggaran yang digunakan akan mencapai Rp 466 triliun. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top