Kemenkominfo Sebut Ada 8 Persen Akun Anti Pancasila

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi
PUBLICANEWS, Jakarta - Kementeri Kominfo mengungkap ada 8 persen akun media sosial yang menyebarkan konten anti Pancasila dan mendukung pendirian negara khilafah. Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Kemenkominfo Bidang Hukum Henri Subiakto.

"Orang yang anti Pancasila ada 8 persen. Jika dari 200 juta penduduk (Indonesia) itu bisa lebih dari 20 juta (akun)," ujar Henri kepada wartawan di Jakarta, Kamis (22/8).

Data-data tersebut didapat dari kerja sama penyisiran antara Kominfo dan Reskrimsus Polda-polda seluruh Indonesia. Menurut Henri, akun-akun negatif tersebut terus berkembang. Dikhawatirkan, akun tersebut terorganisir dan memiliki cyber troop masing-masing.

"Berbahaya jika mereka berdiri semua. Aparat harus produksi konten-konten positif antihoaks untuk meredam konten radikal," Henri menegaskan.

Pemilik akun-akun tersebut menyasar semua jenis platform media sosial, berupa tulisan, foto, meme, dan video.

Henri menyebut informasi-informasi buruk yang disebar dianggap menarik oleh masyarakat. "Jika dibiarkan bisa munculkan persepsi Indonesia pesimis, tidak bisa diharapkan, harus ada perubahan revolusioner. Itu yang kita cegah," ia menambahkan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top