Soal Salib, Uskup Jakarta Minta Umat Utamakan Kedamaian

publicanews - berita politik & hukumKetua KWI Mgr Ignatius Suharyo. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Ignatius Suharyo meminta umat Katolik tidak perlu menanggapi pernyataan Ustad Abdul Samad (UAS) soal salib. "Saya sendiri mengajak umat katolik untuk tidak usah menanggapi. Tidak usah terganggu apalagi terpancing oleh hal-hal seperti itu," kata Suharyo yang menjabat Uskup Jakarta itu, Senin (19/8).

Uskup Agung Jakarta itu meminta umat Katolik mengedepankan perdamaian dan mengutamakan persatuan bangsa. "Kami ingin negeri ini damai, tidak direpotkan dengan hal-hal seperti itu yang hanya akan merugikan persatuan bangsa," ia menambahkan.

Senada dengan KWI, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) meski menyatakan prihatin atas pandangan UAS tentang salib, tetapi tetap meminta umat Kristen tenang. PGI menanggapinya dengan keinginan untuk lebih bisa membina umat.

Sementara itu, UAS dilaporkan ke Bareskrim Polri. Pelapor adalah kelompok Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI). Terlapor dituding melakukan penodaan agama.

"Kehadiran kita bukan untuk membela agama tertentu, tapi ini murni untuk ketenangan dan ketertiban masyarakat," ujar Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI Korneles Jalanjinjinayt di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin siang.

Korneles mengatakan, UAS diduga melanggar Pasal 156 KUHP tentang Tindak Pidana Penodaan Agama. Dalam laporannya, Korneles menyertakan berkas, video, dan flashdisk.

GMKI mengatakan tak menutup diri jika UAS ingin menjalin komunikasi. Namun GMKI tetap akan mengedepankan proses hukum. Laporan juga disampikan organisasi masyarakat bernama Horas Bangso Batak.

Sebelumnya, video UAS yang merupakan ceramah subuh pada 3 tahun lalu mendadak viral. UAS menanggapi pertanyaan seorang ibu yang mengaku merasa menggigil setiap kali melihat salib, simbol agama Kristen. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top