MUI Desak Polisi Tangkap Penyebar Video Ustad Abdul Somad

publicanews - berita politik & hukumUstad Abdul Somad. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak aparat kepolisian mengungkap pelaku penyebar video Ustad Abdul Somad (UAS) yang menyinggung soal salib. Hal itu untuk mengetahui motif penyebaran.

"MUI meminta kepada aparat kepolisian untuk mengusut pengunggah pertama video yang diduga mengandung konten SARA tersebut untuk mengetahui motif, maksud, dan tujuan dari pelakunya," kata Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa'adi dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/8).

Zainut menambahkan, MUI menyarankan agar masalah yang menimpa dai berjuta umat itu bisa diselesaikan secara musyawarah dengan mengedepankan semangat kekeluargaan dan persaudaraan.

"MUI meminta kepada semua pihak untuk tetap tenang dan menghormati proses hukum yang berlaku, sehingga suasana kehidupan dalam masyarakat tetap kondusif, rukun, aman dan damai," ujar Zainut.

Sementara itu Sekretaris Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pengurus Pusat Muhammadiyah Abdul Rohim Ghazali menilai UAS telah melakukan penghinaan simbol agama yang tidak main-main. Salib adalah simbol bagi agama Kristen dan Katolik.

Ia kemudian menganologikan bila penghinaan itu dilakukan tokoh agama lain terhadap Islam. "Bisa menjadi gelombang tsunami demonstrasi yang berjilid-jilid, dan pelakunya bisa dituntut hukuman yang sangat berat," katanya.

Pernyataan UAS yang menyebut di dalam salib ada jin kafir diikuti olok-olok kata 'Haleluya' telah dilaporkan oleh Brigade Meo ke Mapolda Nusa Tenggara Barat (NTB). UAS juga dilaporan ke Markas Kepolisian Resor Sikka di Nusa Tenggara Timur (NTT) oleh Forum Komunikasi Alumni (Forkoma) PMKRI dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere

Mengenai 'jin kafir' itu, UAS telah melakukan klarifikasi. Ia menyebut pernyataan itu untuk menanggapi surat seorang ibu yang selalu menggigil setiap kali memandang salib. UAS menyebut pernyataan itu bersifat internal yang dilakukan usai ceramah shalat subuh di Masjid An-Nur Pekanbaru, tiga tahun lalu. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top